Sisihkan 26 Universitas se-Asean pada Ajang IPT


Delegasi UIN Jakarta Juara di Malaysia

Diterbitkan  Kamis, 06 / 04 / 2017 5:54 - Berita Ini Sudah :  298 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

CIPUTAT– Delegasi UIN Jakarta berhasil mencatatkan prestasi pada ajang Institusi Pengajian Tinggi (IPT) ASEAN 2017, yang diselenggarakan Universiti Sains Islam Malaysia.

Jumat-Senin (31/3-3/4). Prestasi ini diraih dengan menyisihkan 26 universitas se-ASEAN. Prestasi ini meningkatkan raihan prestasi yang dicatatkan delegasi UIN Jakarta pada ajang tahunan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Qori-Qori’ah Mahasiswa (HIQMA) UIN Jakarta, Dzulqarnain Lana Saputra, usai beraudiensi dengan pimpinan rektorat UIN Jakarta, Rabu (5/4). “Alhamdulillah, kita berhasil meraih sejumlah prestasi. Meski tidak menjadi terbaik, namun kita berharap ini bisa mengharumkan nama UIN Jakarta,” ujarnya merendah.

Dilansir di laman uinjkt.ac.id, Dzulqarnain menyebutkan, pada ajang tersebut UIN Jakarta mengutus 13 peserta. Sedang lomba yang diikuti ada empat cabang, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (putera dan puteri), Nasyid, Pidato Dwi Bahasa, dan Debat Bahasa Arab.

Pada cabang MTQ, tim UIN Jakarta berhasil meraih juara ketiga, baik kategori putera maupun puteri. Khusus cabang ini, delegasi UIN Jakarta diwakili Qari Feri Budimantoro dan Qari’ah Nunuk Rima Aini.

Di cabang Nasyid, delegasi UIN Jakarta berhasil meraih juara ketiga yang diwakili Tim Nasyid Avuntu. Di cabang ini, delegasi UIN Jakarta berhasil mencatatkan prestasi kategori lirik terbaik. Lirik tersebut diciptakan oleh Fitra Romadhona, salah satu anggota HIQMA.

Adapun cabang debat bahasaArab, delegasi UIN Jakarta berhasil meraih juara kedua. Prestasi ini dicatatkan masing-masing melalui prestasi Pendebat Terbaik oleh Khoirul Mufid dan Top Ten Pendebat Terbaik oleh Khoirul Mufid dan Khales Arezka.

“Alhadulillah, ala kulli hal. Mudah-mudahan lebih baik lagi. Kami juga berterima kasih pada UIN Jakarta yang telah mendukung usaha kami,” katanya lagi.

Selain piala dan sertifikat, raihan prestasi juga mendapat hadiah uang pembinaan berupa mata uang ringgit. Pada Nasyid, misalnya, mendapatkan hadiah senilai 2000 Ringgit Malaysia dan MTQ mendapatkan 700 Ringgit Malaysia.

Nunuk Rima Aini, peraih juara 3 MTQ, mengungkapkan kesulitannya, terutama soal perbedaan teknis. Berbeda dengan Tilawah di Indonesia yang memiliki banyak versi, sedangkan di Malaysia hanya ada sedikit versi. Para juri lebih suka dengan variasi dasar yaitu lagu versi Syekh Mustafa Ismail.

“Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti lomba MTQ. Pasalnya pada tahun kemarin saya belum bisa meraih juara. Syukur Alhamdulillah pada tahun ini saya bisa meraih juara 3,” Tambahnya.

Saat menerima audiensi delegasi, Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA menyampaikan apresiasinya atas raihan prestasi tersebut. “Bukan soal juara satu, kedua, atau ketiga. Tapi keberanian berkompetisi itulah yang harus kami apresiasi. Semoga tradisi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” katanya.(sam)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!