Iran Bahas Nanoteknologi di Puspiptek

Diterbitkan  Kamis, 13 / 04 / 2017 10:18 - Berita Ini Sudah :  269 Dilihat

KERJASAMA. Delegasi Iran yang datang mengunjungi Puspiptek untuk menjalin kerjasama diterima Kepala Puspiptek, Sri Setiawati. Dalam pertemuan ini,kedua belak pihak saling memaparkan keunggulan bidang Nanotechology di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Muncul, Setu, kemarin.

SETU–Indonesia dan Iran semakin terus mempercepat kerjasama dalam bidang nanoteknologi. Kedua pihak yang tergabung dalam Nanotechnology Task Force pun membahas kelanjutan rencana tersebut di Graha Widya Bakti Puspiptek, Kecamatan Setu, kemarin.

Kerjasama pengembangan mesin berukuran mini ini berawal dari kunjungan dan kesepakatan Menteri Koordinator Perekonomian RI dalam Agreed Minutes Join Working Committee on Scientific and Technological Cooperation (JWC-ST C) di Iran pada 26-27 Februari lalu.

Nanotechnology Task Force Team Iran yang dipimpin Saeid Sakar berkunjung ke Puspiptek pada 12-13 April ini dan diterima langsung Kepala Puspiptek, Sri Setiawati.

Pada pertemuan ini, dilakukan pemaparan mengenai kemajuan bidang nanoteknologi di Indonesia oleh perwakilian BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Masyarakat Nanotechnology Indonesia. Dalam kunjungan ini, kedua belah pihak saling memberitahu teknologi yang ada seperti di pertanian yang bisa diolah menjadi lebih besar.

Kepala Puspiptek, Sri Setiawati mengatakan, pertemuan ini sebagai tindak lanjut MoU Indonesia dengan Iran di semua sektor dan riset di bidang teknologi, pendidikan hingga komersial.

“Perjanjian ini lebih mengarah dan berkaitan dengan pengembangan produk. Oleh karena itu, kita semua sepakat melakukan kerjasama mulai dari join workshop, seminar, riset bersama hingga komersialisasi hasil penelitian,” ucapnya.

Menurut Sri, Iran salah satu negara yang sudah menerapkan teknologi tersebut sejak lama dan menduduki peringkat enam di dunia dalam nanoteknologi. Teknologi Nano sendiri merupakan teknologi dengan teknik yang menggunakan material yang sangat kecil.

Dinamakan nano, karena satuan ukurnya nanometer. Satu nanometer serupa dengan satu sepermiliar meter ukuran sebenanrnya.

”Contohnya adalah tv plasma, bagaimana bisa tv yang tadinya setebal tabung bisa sangat tipis namun kualitas gambarnya masih sangat tinggi. Tentunya hal ini yang harus kita kembangkan, agar pengembangan teknologi bisa kita seimbangi.

Iran merupakan negara yang tepat untuk kita jadikan contoh, selain Iran merupakan negara ke-enam yang sudah menggunakan teknologi nano,” ujar Sri.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Iran mengungkapkan melihat potensi Nano Nutrisource. Sri menjelaskan, bahwa Nano Nutrisource merupakan materil nano yang berasal dari rempah-rempah. Sudah diakui oleh dunia, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempahnya dan pihak Iran pun tertarik untuk bekerjasama.

Nantinya hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak akan mengadakan penelitian terkait nanoteknologi. Kemudian nantinya akan membentuk tim yang terdiri dari pihak puspiptek dan tim pengembang teknologi nano dari Iran.

”Sudah jadi fakta kalau Indonesia itu kaya dengan rempah-rempah. Kerenanya dalam pertemuan itu dibahas kalau Indonesia itu ada potensi mengembangkan nano bidang nutrisource. Kita akan terus adakan pertemuan, ini merupakan pertemuan ketiga kita.

Selain itu, Iran juga merupakan negara sahabat Indonesia sehingga akan mudah berinteraksinya untuk menjalin kerjasama yang baik,” tutup Sri.(lan)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!