Airin Minta MRT Lintasi Balaikota

Diterbitkan  Selasa, 25 / 04 / 2017 9:25 - Berita Ini Sudah :  404 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

CIPUTAT-Terpilihnya gubernur baru DKI Jakarta berharap ada dampak positif bagi daerah penyangga seperti Kota Tangsel. Setidaknya kerjasama dua daerah ini bisa diperluas, tak hanya urusan infrastruktur, tapi juga bidang transportasi dan sosial seperti soal pengentasan kemiskinan.

Begitulah harapan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany pasca terpilihnya pemimpin baru di ibukota dari hasil Pilkada putaran kedua pada 19 April lalu yang dimenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Mudahan-mudahan sekarang sudah sangat baik kerjasama antar daerah seperti program bantuan kegiatan, bantuan keuangan antara Jawa Barat, Banten, dan Jakarta,” kata Airin.

Bagi Airin, DKI Jakarta tak mungkin bebas dari persoalan macet, banjir dan lain-lainnya yang juga melibatkan daerah penyangga. Persoalan semakin tumbuh seiring bertambahanya urbanisasi dari desa ke kota, maka dari itu kerjasama ini harus terus ditingkatkan untuk mengatasi persolan yang semakin bertambah.

“Intinya persoalan-persoalan DKI ada keterkaitan dengan Jabodetabek, contohnya bagaimana mengatasi kemacetan tidak hanya ditanggulangi oleh DKI saja karena banyak akses yang menghubungkan Jabodetabek,” tambah Airin.

Masyarakat Tangsel tak bisa ditampik banyak mengantungkan nasiibnya di Jakarta, mereka bekerja di semua aspek mulai dari buruh hingga pejabat. Persoalan transportasi kerap kali menjadi peroblem besar menimbulkan kemacetan.

Kini DKI Jakarta mengagas Mass Rapid Transit (MRT) Angkutan Cepat Terpadu Jakarta, hanya saja pembangunanya baru sampai Lebak Bulus Jakarta Selatan.

“Banyak masyarakat Tangsel bekerja di Jakarta ini salah satunya. Mudah-mudahan harapan saya dan mimpi saya MRT baru sampai Lebak Bulus semoga bisa masuk Pasar Jumat, bisa masuk ke Tangsel, misalnya lewat Balaikota Puspem Tangsel,” harap Airin.

Yang pasti Airin berharap bergantinya pimpinan di Jakarta akan lebih baik lagi untuk Kota Tangsel dan kemajuan dua wilayah ini.

Harapan lebih luas bantuan berupa dana hibah dan kerjasama DKI Jakarta serta Tangsel menjamah persoalan sosial, misalkan pengentasan kemiskinan secara terintegritas agar mampu mengurangi kesenjangan antar masyarakat DKI dan perbatasan wilayah.

“Selama ini kerjasama fokus pada pembangunan infrastruktur saja, sedangkan soal sosial rasanya belum tersentuh. Mudaha-mudahan saja akan diadakan kedepan,” tukasnya.

Asda 1 Bidang Pemerintahan Kota Tangsel, Rahmat Salam ikut menjelaskan, bahwa selama ini kerjasama DKI Jakarta dengan Pemkot Tangsel baru sebatas pembangunan infrastruktur kendati pembangunan cakupannya cukup luas, misalnya pembanguan sumber daya manusia (SDM).

Tak menutup kemungkinan jika ada gagasan baru dari DKI Jakarta merambah pemberian bantuan dalam pengentasan kemiskinan.

“Biasanya memang menyangkut fisik, tapi tahun ini diharapkan ada bantuan sosial untuk pengentasan kemiskinan. Jakarta harus peduli terhadap kota penyangga lain,” harap pria yang tinggal di Jakarta ini. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!