35 Juta Warga Miskin Belum Terlayani BPJS

Diterbitkan  Rabu, 26 / 04 / 2017 9:32 - Berita Ini Sudah :  246 Dilihat

KARAWACI – Realisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hingga saat ini masih menyisahakan berbagai masalah. Akibatnya jutaan warga miskin tidak bisa merasakan manfaat BPJS.

“Peserta BPJS, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, jumlahnya 94,4 juta orang. Namun yang baru bisa dilayani BPJS baru 35 persen atau sekitar 35 juta orang,” kata anggota DPR RI Irgan Chairul Mahfiz kepada wartawan, kemarin.

Irgan sangat menyayangkan masih banyaknya warga miskin yang belum bisa dilayani oleh BPJS. Padahal Pemerintah Pusat sudah menyediakan anggaran untuk BPJS sebesar Rp 25 Triliun.

Penyebab masalah itu, lanjut politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, karena pelaksanaan BPJS masih menyimpan begitu banyak masalah, karena data peserta BPJS tidak akurat.

“Saya sudah sering sekali keliling ke Daerah Pemilihan (Dapil) saya, ternyata di lapangan ditemukan masih banyak masalah dengan BPJS. Ini tentu saja sangat disayangkan karena pada akhirnya banyak warga yang tidak bisa memanfaatkan BPJS,” ujarnya.

Irgan memberi contoh, masalah-masalah itu diantaranya masih ada warga miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, kemudian ada warga yang memiliki kartu BPJS double ataua ganda.

Selain itu ada warga mampu namun nyatanya dimasukan sebagai peserta BPJS, ada pula peserta BPJS namun alamatnya sudah pindah entah ke mana, dan ada kartu BPKS yang tidak sampai pada pesertanya karena distribusinya yang lemah.

“Masalah-masalah itu harus segera dibereskan agar peserta BPJS benar-benar valid, akurat, dan tidak bias, sehingga warga yang berhak menerima BPJS bisa merasakan manfaat BPJS,” katanya.

Irgan menegaskan, untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, setiap pemangku kepentingan seperti BPJS, Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kementeian Dalama Negeri (Kemendagri), dan Pemerintah Daerah (Pemda) harus segera melakukan kordinasi.

“Koodinasi itu intinya untuk membenahi dan memperbaiki data peserta BPJS agar lebih akurat, sehingga program pelaksanaan kesehatan secara nasional tahun 2019 bisa tercapai,” ujarnya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!