Sopir Angkot Nyambi Jual Sabu

Diterbitkan  Rabu, 26 / 04 / 2017 9:52 - Berita Ini Sudah :  301 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SETU-Sopir angkutan kota (angkot) Ciputat-BSD, SB alias M (52) nekat nyambi jualan sabu. Namun aksinya tercium juga oleh aparat. SB pun dibekuk saat mengedarkan barang laknat itu di Terminal Pasar Modern BSD.

Dari tangan SB, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel mendapatkan 17,31 gram kristral putih senilai Rp 30 juta hasil penggeledahan dari kontrakannya.

Saat digeledah di kontrakanya, petugas mengamankan barang bukti di bawah kasur di antaranya 5 paket kecil jenis sabtu dengan berat 2,19 gram. 4 paket kecil sabu berat 2,07 gram. 1 paket kecil sabu 0,73 gram dan 3 paket kecil sabu 1,5 gram.

Kepala BNN Kota Tangsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Heri Istu Hariono dalam gelar dilis di kantornya kawasan Setu mengungkapkan, penangkapan SB ini dari hasil pengembangan.

“Tersangka ini jaringan dari Lapas di Jakarta kemudian tim kami melakukan pengembangan. Saat melakukan pengembangan menangkap tersangka berikut barang bukti sebanyak 17,31 gram sabu atau kalau dirupiahkan mencapai sekitar 30 juta,” kata Heri.

Heri menambahkan, dari 17,31 gram itu mampu menyelamatkan korban pengguna kurang lebih 100 orang . Sebab dampak dari nakrotika jenis golongan satu ini yang sangat berbahaya terhadap penggunanya.

Heri menjelaskan penangkapan terjadi pada Senin (17/4). “Kami pun kemudian mengeledah di sisi kontrakannya dan menemukan barang bukti pada selipan AC di kontrakan itu sebanyak satu paket dengan berat 10,52 gram,” paparnya.

Barang bukti lainnya yang berhasil diamankan petugas yakni, masing-masing berupa 1 buah bong dan 1 buah korek api berikut 1 paket sabtu seberat 0,30 gram. Guna menangkap pelaku yang lain, pihak BNN terus melakukan pengembangan lebih luas.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat satu Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancamannya paling singkat enam tahun penjara atau paling berat seumur hidup atau pidana mati. Cara tersangka mengedarkan barang berbahaya itu dengan cara membeli dari Lapas di Jakarta dan diedarkan di kawasan Serpong,” tambah Heri.

Sopir angkot itu selanjutnya digelandang ke Lapas Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Saat ini BNN Tangsel telah memiliki tim penyidik yang diperbantukan dari Polres Tangsel sebanyak lima anggota, sehingga jika mendapatkan pengedar atau pengguna langsung ditangani tidak dilimpahkan ke Polres Tangsel.

SB mengaku baru satu bulan lebih nyambi menjual sabu. Dirinya sehari-hari narik angkot. Sabu tersebut pun dijualnya kepada sesama sopir angkot atau teman lainnya. “Baru satu bulan lebih saya mengedarkan sabu dengan sasaran pembeli sesama para sopir dan kawan-kawan sendiri,” tutur SB.

Ia mengakui jika barang yang dijual itu membahayakan nyawa penggunanya. SB pun menyesal setelah sadar dirinya ditangkap oleh BNN. “Saya baru sadar jika mengedarkan barang ini membahayakan. Saya benar-benar menyesali semua ini apa yang dilakukan,” ucapnya dengan terbata-bata. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!