Pemkot Seriusi Kerjasama dengan PDAM TKR


Kejar Target 80% Pelanggan Air Bersih

Diterbitkan  Kamis, 27 / 04 / 2017 9:39 - Berita Ini Sudah :  253 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

CIPUTAT-Pemkot Tangsel terus mematangkan kerjasama pengelolaan air bersih dengan Kabupaten Tangerang. Draf MoU segera ditandatangani kedua belah pihak. Nantinya target 80 persen pelanggan diyakini bakal tercapai.

Kabag Ekonomi Setda Kota Tangsel, Oting Ruhiyat yang menangani kerjasama ini menjelaskan, dalam waktu dekat draf MoU itu akan ditandatangani dalam kerjasama melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang . Nantinya yang mengelola adalah PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) .

“MoU sedang dirancang oleh Pemkot secepatnya, tak lama-lama agar bisa berjalan. MoU itu sudah disepakati antara walikota dengan bupati sudah oke,” kata Oting.

Dia menjelaskan, MoU ini bagian dari kerjasama jangka pendek. Strategis yang bagus dilakukan oleh walikota agar keberadaan PDAM milik Pemkab Tangerang bisa memberikan dampak positif bagi Tangsel.

“Ini jangka pendek daripada peluang itu tidak dapat apa-apa menunggu penyerahan aset entah kapan. Ya kita manfaatkan yang ada melalui kerjasama,” paparnya.

Pada dasarnya secara regulasi dibolehkan PDAM dikerjasamakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pemekaran Kota Tangerang Selatan. Secara hukum tidak dilanggar.

“Intinya bahwa Undang-Undang 51 tentang Pemekaran bisa dikerjasamakan. Sambil merancang membuat PDAM sendiri, serius akan mengarah ke sana tahun depan kita mulai dan tahun 2019 kita buat DED-nya untuk meng-upgrade PDAM yang ada” tambah ia.

Peran Pemkot Tangsel dalam hal ini sebagai dewan penasehat jadi bukan hanya PT PITS semata yang mengelola, tapi ada keterlibatan Pemkot. Memang yang akan mengerjakan adalah PT PITS sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangsel.

“Pemkot sebagai penasehat investasi jangan sampai PT PITS menyalahi aturan dalam menjalankan kerjasama nanti. Ini penting dilakukan yang pasti saling kerjasama untuk yang terbaik,” tukas Oting.

Dari analisa Pemkot Tangsel dan PT PITS, dari 1,4 juta jiwa penduduk yang tersebar di 7 kecamatan dan 54 kelurahan dengan luas 147,19 kilometer yang sudah terpenuhi 20 persen. Maka Target yang harus dipenuhi 80 persen pelanggan air bersih.

“Targetnya 60 persen dari total yang ada 80 persen. 60 persen ini belum teraliri air PDAM termasuk belum ada pipanya. Nanti pipa sambungan PT PITS yang akan membangun dengan pendanaan mereka,” rinci Oting.

Dari 60 persen akan disalurkan di wilayah Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur dan Pondok Aren serta Setu. Serpong dan Serpong Utara dinilai sudah mencukupi kebutuhan air bersih.
“Perkiraan wilayah itu yang akan difokuskan. Adapun harga per liter kubik belum dibahas tergantung harga air curah dari PDAM Tirta Kerta Raharja,” tegasnya.

Selama ini Pemkot tak pernah mengabaikan soal kebutuhan air bersih untuk masyarakat, dan memang sudah dicukupi oleh penyakuran Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) dari Dinas Pembangunan.

“Meski tidak dialiri PDAM secara merata, namun warga pada kawasan tertentu telah tercukupi dengan program AMPL. Kalau tidak percaya coba dicek di setiap RT dan RW di Tangsel,” imbuh Oting.

Sementara, Direktur Operasional PDAM Tirta Kerta Raharja, Sofyan menjelaskan, rencana kerjasama dengan Pemkot Tangsel baru sebatas informasi. Belum membahas prinsipal terlalu jauh.

“Belum ada surat dari Pemkot Tangsel, baru obrolan kemarin ada rencana. Ini masih terlalu dini, baru permulaan,” katanya.

Ia menerangkan kerjasama ini harus dibicarakan antara walikota dan bupati. Ia sendiri enggan menerima kerjasama begitu saja dengan PT PITS soal MoU nanti. “Tidak mungkin langsung sepakat. Akan kami pelajari terlebih dahulu bentuk kerjasamanya seperti apa,” tukas ia. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!