Mencari Budaya Khas Tangsel Melalui Festival


Dindikbud Gelar Festival Kebudayaan di Puspiptek

Diterbitkan  Jumat, 28 / 04 / 2017 10:18 - Berita Ini Sudah :  300 Dilihat

ANTUSIAS. Plt Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono (empat berdiri dari kanan) foto bersama jajarannya dan para penari Tari Anggrek di Festival Seni dan Budaya yang diselenggarakan selama dua hari, kemarin.

Ratusan murid SD dan siswa SMP se-Kota Tangerang Selatan berkumpul dengan memakai beragam kostum di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Setu. Mereka berbaur hingga di antaranya memancar kekhasan dan keunikan dalam mengikuti acara bertajuk Festival Pementasan Seni Budaya Daerah ini.

Lani Pahrudin – Serpong

Ajang nuansa budaya digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel tersebut berlangsung selama dua hari (26-27/4), kemarin. Para peserta pun yang sudah berlatih jauh-jauh hari pun, nampak berlatih menikmati ajang festival.

Tak jarang sebagiannya kembali berlatih sebelum dipanggil untuk memeragakan tarian-tarian yang sudah dilatihnya. Sedang riuh pendukung, baik itu dari guru maupun dari supporter terus bergemuruh untuk mendukung sekolah masing-masing.

Plt Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono menyebut, festival tahunan yang diselenggarakan tersebut bertujuan untuk membangun seni budaya daerah yang saat ini generasi muda sangat jarang untuk mempelajari kesenian budaya daerah.

“Pendidikan dan kebudayaan tak bisa dipisahkan demi terciptanya generasi cerdas dan berkarakter. Maka dari itu, pendidikan dan kebudayaan layaknya dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” ucap Taryono kepada Tangsel Pos.

Taryono pun, sangat senang melihat antusias para peserta untuk mengikuti Festival Budaya. Apalagi, melihat riuh supporter baik itu dari guru maupun siswa yang memberi dukungan. Para peserta, menari dengan gerakan gemulai dan mampu menyihir dewan juri yang sudah disiapkan oleh panitia.

“Antusiasnya sangat luar biasa, ini sangat menggembirakan. Para peserta, dapat menari dengan sangat baik dengan gerakan-gerakan yang lincah. Saya bangga dengan murid Tangsel dan saya ucapkan selamat kepada para pemenang, semoga kalian terus mempelajari budaya-budaya daerah,” paparnya.

Melalui festival kebudayaan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel tampaknya ingin mencari budaya yang dominan dan dapat dijadikan sebagai ciri khas untuk mengembangkan budaya dan pendidikan di Kota Tangsel.

“Budaya khas Tangsel kan belum ada. Nah melalui ajang ini, kita cari bentuknya. Nanti kita akan lihat lagi, bagaimana kedepannya. Pendidikan yang luar biasa terjadi karena budayanya maju dan mampu bersaing dengan negara luar. Bukan sekadar festival seni, tapi untuk membangun Indonesia yang lebih maju,” tutupnya. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!