Mahasiswa UMT Ciptakan Breket Ampas Kopi

Diterbitkan  Sabtu, 29 / 04 / 2017 10:00 - Berita Ini Sudah :  501 Dilihat

TANGERANG – Universitas Muhammad Tangerang (UMT) raih tiga besar Lomba Incrediktion digagas Universitas Gunadarma. Lomba diikuti 83 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Hal itu diakui Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) UMT, Tri Widodo kepada wartawan di Kampus UMT, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Kamis (27/4).

Dalam lomba bertajuk “Industrial Creativity In Design and Knowledge Competition” itu UMT menyertakan mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Dinda Ayu Nawangasih, Rizki Rizaldi , Dadan Sudarna, dan Dwi Jasela. Mereka mahasiswa semester IV.

“Dalam lomba itu kami meraih Juara Tiga, dengan karya Bahan Baku Ampas Kopi atau disingkat BAAMPAPI,” ungkap Tri, usai mengikuti lomba yang digelar di Depok pada 25 April yang baru lalu.

Dia menerangkan bahan baku ampas kopi kemudian diolah oleh mahasiswa menjadi breket. Breket-breket itu dibentuk seperti kotak-kotak dengan ukuran 10 x 5 dengan ketebalan sekitar 2 Cm

“Breket yang kita kenal biasanya dari batubara, tapi kali ini mahasiswa kami menciptakan breket dari ampas kopi. Ampas itu sebetulnya limbah hasil dari olahan kopi dari satu pabrik,” katanya.

Menurut Tri, breket BAAMPAPI ciptaan mahasiswa itu bisa digunakan untuk industri atau kebutuhan rumah tangga, misalnya dalam skala yang paling kecil bisauntuk memasak sehari-hari.

“Breket itu bisa digunakan untuk masak mie instan. Breket itu masukan ke dalam tunggku kemudian dibakar. Untuk masak mie insntan itu cukup dengan empat breket saja, itu pun masih ada sisanya,” paparnya.

Dijelaskannya, sebelum sampai pada lomba tingkat nasional itu, mahasiswa mengajukan proposal penelitian terlebih kepada Panitia Lomba Industri Kreatif (Produk atau Jasa) Berkaitan dengan Bahan Baku Limbah” ke Universitas Gunadarma.

“Setelah itu, mahasiswa melakukan studi literatur dan penelitian selama dua bulan. Mahasiswa membuat breket dari ampas kopi. Breket dari ampas kopi itu belum ada di Indonesia,” urainya.

Diterangkannya, setelah melalui proses panjang penelitian dan membuat alat-alatnya, mahasiswa kemudian tampil dalam lomba tersebut. “Mereka melakukan presentasi penelitian dan demo tentang breket tersebut dihadapan para juri, dan alhamdulillah ditetapkan sebagai Juara Tiga,” ungkapnya.

Menurut Tri, setelah mengikuti lomba tersebut, Fakultas Teknik UMT rencananya akan mempatenkan breket tersebut melalui LP3M UMT dan selanjut akan diajukan ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Mahasiswa yang melakukan penelitian hingga mampu menciptakan breket dari ampas kopi itu diterangkan Tri, dibimbing langsung oleh dua dosen, Ir Hartono MT dan Novitas Pristiani ST.

Wakil Rektor III UMT Dr Desri Arwen ketika diminta pendapatnya tentang prestasi mahasiswa tersebut, mengatakan UMT memang sudah melakukan tradisi penelitian dalam diri masing-masing.

“Tradisi itu semata-mata untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, agar mereka siap dalam dunia kerja. Khusus bagi mahasiswa yang sudah meraih prestasi itu, kami akan memberikan beasiswa,” ucapnya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!