UMT Juara II Descomfirst 2017 di Solo

Diterbitkan  Jumat, 12 / 05 / 2017 9:59 - Berita Ini Sudah :  279 Dilihat

TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) memiliki kesempatan mengikuti lomba teknologi industri berskala nasional di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) tahun ini.

Demikian diakui Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) UMT Tri Widodo, kepada Tangerang Pos, kemarin. Dia didampingi Sekretaris Jurusan Tina Hernawati dan dosen Ir Hartono, MT.

“Kesempatan itu setelah UMT ditetapkan sebagai Juara II The 2nd Descomfirst 2017 (Design Competition for Industrial System and Environmental – II 2017) is Innovation of Industrial Equipment,” katanya.

Lomba Teknologi Industri AntarProgram Studi Teknik Industri di Universitas Negeri Solo (UNS) itu menurut Tri pada tanggal 5-6 Mei 2017 lalu. Lomba itu diikuti ratusan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

“Yang masuk final dalam lomba tersebut ITS, ITB, UGM, UNS, Untirta, UII, Ubaya, Unikom Bandung dan UMT. Nah, dari sekian banyak finalis itu, alhamdulillah UMT meraih Juara II, sehingga memiliki kesempatan mengikuti Lomba Internasional di UTM Malaysia, ” katanya.

Dalam lomba tersebut diungkapkan Tri, UMT mengikutkan empat mahasiswa Program Studi Teknik Industri, masing-masing Yogi Prasetio, Zainur Rohma, Hadi Zamzani, dan Faisal Iman. Mereka adalah mahasiswa yang baru duduk di Semester IV.

“Dalam Lomba Descomfirst itu mahasiswa menciptakan alat Maghneto Handle Safety Guard (Manodelaseguridad). Itu adalah alat bantu kerja untuk mencegah kecelakaan kerja di bidang industri,” paparnya.

Dijelaskan di Tangerang ini banyak sekali industri, sehingga buruh yang mengalami kecelakaan kerja cukup tinggi. Karena itu, mahasiswa Prodi Teknik Industri menciptakan alat bantu tersebut.

Alat bantu tersebut dibuat dari stenlis, kayu dan magnet. Bentuknya sederhana seperti capit, namun di bawah ujungnya dipasang magnet yang bisa memindahkan benda-benda idustri.

“Alat bantu ini memiliki garansi 10 tahun. Selain itu, bahan-bahannya mudah didapat dan bahkan mudah didaur ulang.
Dalam menciptakan alat bantu kerja itu mahasiswa dibimbing Dr (C) Joko Supono, MT, Ir Hartono, MT, dan Novitsa, ST,” ujarnya.

Hartono menambahkan Lomba Descomfirst itu memiliki parameter penilaian, yakni ramah lingkungan, keamanan dan keselematan kerja, terjangkau dan mudah didapat serta mudah dibuat. Selain itu, inovati dan estetik.

Hari pertama pertama dalam lomba tersebut lanjut Hartono, para mahasiswa mempertanggungjawabkan karyanya. Sementara pada hari kedua melakukan ekspos di Mal Paragon Solo.

“Alat bantu kerja yang diciptakan mahasiswa itu diperlihatkan kepada publik di mal tersebut, dan publik dipersilahkan menilai setiap karya yang diciptakan mahasiswa tersebut,” ujarnya.

Menurut Hartono, penilaian juri dan masyarakat terhadap karya mahasiswa bernama Prodi Teknik Industri Manodelaseguridad itu, nilainya cukup tinggi sehingga bisa meraih Juara II. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!