Stok Darah Menipis Tiap Ramadan

Diterbitkan  Selasa, 23 / 05 / 2017 10:12 - Berita Ini Sudah :  240 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

CIPUTAT-Stok darah di Kota Tangsel menipis. Saat ini hanya tersedia 833 kantong darah siap pakai. Menghadapi puasa, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan akan darah.

Dari data di Sekretariat PMI Kota Tangsel, Serpong, stok darah yang tersimpan per Senin (22/5) pukul 15.30 WIB sebanyak 835 kantong siap pakai. Adapun 533 kantong darah masih dalam karantina untuk diuji aman dari HIV, Hepatitis B dan C serta spilis. 533 kantong darah ini berarti belum siap digunakan.

Dari stok yang ada terdiri dari golongan darah A sebanyak 271 kantong, golongan darah B sekitar 260 kantong dan golongan darah AB sebanyak 46 kantong. Permintaan darah paling banyak pada golongan O. Golongan darah O saat ini tercatat ada 280 kantong.

Jika diestimasikan per hari berkisar 30 kantong darah yang masuk, sedangkan permintaan darah dari pasien sebanyak 30-40 kantong setiap harinya. Hingga kini permintaan kantong darah dalam satu bulan paling banyak dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Ciputat.

Kordinator Mobil Unit (MU) PMI Kota Tangsel, Guntur Lidaroni mengatakan, pada tahun lalu, pihaknya juga mengalami kehabisan stok darah saat masuk bulan puasa. Hal ini dikarenakan jumlah pendonor terus berkurang.

“Tahun lalu kami kehabisan stok darah karena banyak permintaan. Upaya yang kami lakukan kerjasama dengan PMI yang ada di Jakarta,” katanya.

PMI tak ingin ada nyawa melayang akibat kekurangan darah, maka dari itu, di tahun ini PMI bekerja keras melakukan persiapan dengan matang. Berbagai agenda tengah disusun antara lain kerjasama dengan komunitas di semua wilayah Tangsel. Mereka siap untuk mendonorkan darah, meski di bulan puasa nanti.

“Kami sudah membuat kerjasama dengan berbagai masjid, termasuk ke gereja untuk mendonorkan darah. Kegiatan donor darah dilakukan seusai tarawih,” tuturnya.

Per hari kebutuhan darah di Tangsel sebanyak 1.200 kantong, dengan perolehan dari pendonor dalam satu hari itu mencapai 1.500 kantong. Artinya, dalam satu hari bisa menyisihkan darah sebanyak 300 kantong. Pihak PMI selama puasa menargetkan mendapatkan 1.500 kantong darah.

“Kami menargetkan selama puasa bisa memperoleh seribu lima ratus kantong darah. Kami pun akan membuka bazar di depan Kantor PMI yang ada di dekat MAN Insan Cendikian Serpong. Masyarakat bisa datang jelang puasa sambil berbelanja serta mendonorkan darahnya,” tukasnya.

Direktur Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Tangsel, dr M Alwan membenarkan, jika stok darah selama puasa setiap tahun selalu kekurangan. Maka dari itu bagaimana caranya tidak kekurangan di tahun ini tentu berbagai persiapan dan upaya sudah dimatangkan PMI Kota Tangsel sebelum datangnya puasa.

“Setiap tahun seperi itu. Tapi tahun ini kami antisipasi dengan kontak pendonor. Kita optimalkan yang sudah masuk jadwal untuk dihubungi,” kata Alwan.

Alwan menambahkan, pihaknya pun tengah mengupayakan stok darah sepekan jelang puasa. Ia menjelaskan kebutuhan kantong darah ada perhitungan tersendiri yaitu 2 persen dari jumlah penduduk Tangsel 1,5 juta jiwa. Perhitungan ini sesui dengan perhitungan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

“Untuk puasa kami telah stok darah mulai satu minggu sebelumnya dan tetap mengoptimalkan kegiatan donor saat puasa, karena masih ada saudara-saudara kita juga yang tetap donor saat puasa. Biasanya sehabis buka puasa. Kebutuhan kami setiap bulan 3.000 kantong sesuai dari standar perkiraan kebutuhan darah WHO,” imbuh Alwan. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!