Prak..Botol Miras Dilempar Airin

Diterbitkan  Rabu, 24 / 05 / 2017 10:50 - Berita Ini Sudah :  414 Dilihat

HANCURKAN. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, Dandim 0506 Tangerang Letkol Inf Muhammad Imam Gogor serta Chaerul Saleh kepala polisi pamong praja memperlihatkan minuman keras (miras) untuk dimusnahkan di Lapangan Cilenggang, Serpong, Selasa (23/5).

SERPONG-Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menggenggam sebotol minuman keras (miras). Botol segiempat di tangan Airin itu berwarna kecokelatan. Dari mereknya, miras tersebut berasal dari luar negeri.

Tiba-tiba Airin melempar botol tersebut ke tumpukan ribuan botol. Prak..Prakk. Botol pun pecah dan isinya tumpah. Bau alkohol langsung menyengat. Tak hanya Airin, Sekda Kota Tangsel, H Muhamad dan Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widyanto juga ikut melempar botol miras hingga digilas sebuah kendaraan alat berat.

Sayup-sayup terdengar irama marawis yang dilantunkan sejumlah personel Satpol PP Kota Tangsel.

Ya, pagi itu di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Pemkot Tangsel memusnahkan sekitar 26 ribu botol berisi miras. Miras ini hasil razia petugas Satpol PP dan aparat kepolisian di sejumlah tempat hiburan malam dan toko kelontong di 2017.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Chaerul Saleh mengatakan, ribuan botol miras tersebut merupakan hasil operasi penertiban di tahun ini. “Untuk pemusnahan yang dilakukan yakni, merupakan hasil dari operasi yang dilakukan selama tahun 2017. Adapun untuk jumlah sebanyak 8.251 botol dari pihak Satpol PP,” katanya.

Ribuan botol miras itu tak hanya berasal dari Satpol PP. Ada sekitar 12.800 botol yang merupakan sitaan dari razia aparat Polres Tangsel yang juga turut dimusnahkan.

Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widyanto menyebutkan, dalam pemusnahan miras ini juga ada dari pihak kepolisian yang diperoleh dari jajaran Polsek-Polsek. “Kami juga menerima dari jaran Polsek se-wilayah hukum Polres Tangsel seperti dari Kabupaten Tangerang sebanyak 12.800 botol yang ikut dimusnahkan,” ucapnya.

Meski Pemkot telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) miras, namun peredaran minuman beralkohol ini tetap marak. Biasanya para pengelola tempat hiburan malam selalu menyediakan miras untuk para pengunjungnya. Tak hanya itu, di toko-toko kelontong, penjualan miras juga sudah tak sembunyi-sembunyi lagi.

Walikota Airin menerangkan, peredaran miras di wilayahnya akan selalu ada seiring permintaan masyarakat yang juga tinggi. “Pasti itu akan selalu ada, satu sisi ada suplai dan transaksi.

Jadi masyarakat sendiri nyari. Tapi kalau masyarakatnya sesuai moto Tangsel yakni, Cerdas, Modern dan Religius serta tidak mau melanggar larangan agama masing-masing, Tangsel bisa bebas miras,” ucapnya.

Meski begitu, Airin mengaku tak akan mundur dalam menindak tegas peredaran miras di Tangsel. Pemkot, lanjut Airin, tak akan pernah lelah untuk melakukan operasi dan razia untuk memastikan kota ini terbebas dari minuman beralkohol.

“Pada intinya bagaimana Kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas Perda yang ada,” bebernya.

Dijelaskannya, Pemkot melalui Perda No 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran usaha perindustrian dan perdagangan khususnya pasal 122 menegaskan,

bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Meski marak tempat hiburan malam seperti resto, cafe, karoke dan hotel di Kota pemekaran Kabupaten Tangerang ini, Airin memastikan tak akan melegalkan miras. “Masyarakat Tangsel tidak mau legalisasi miras, permintaan memang ada, untuk yang di hotel. Karena ada persyaratan katanya hotel bintang 3,4,5. Tapi ini sedang kita kaji,” tegasnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!