Marak Bus Mudik Pakai Ban Vulkanisir

Diterbitkan  Jumat, 26 / 05 / 2017 10:31 - Berita Ini Sudah :  375 Dilihat

PERIKSA. Kabid Wasdal Dishub Kota Tangsel, Wijaya Kusuma (kanan) sedang menunjukan ban retak didampingi Kanit Lantas Polsek Serpong AKP Sudarpo saat mengecek bus AKAP, Rabu (24/5).

CIPUTAT-Hati-hati dan selektiflah memilih bus untuk mudik. Pasalnya, marak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tak laik jalan. Itu ditemukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel saat menggelar ramp check atau inspeksi keselamatan di sejumlah pangkalan bus, Rabu (24/5).

Tim ramp check Dishub mendatangi Perusahaan Otobus (PO) Primajasa di Perempatan Gaplek, Kecamatan Pamulang. Di sini, petugas menemukan satu unit bus yang rodanya hilang satu. Padahal bus tersebut sudah siap diberangkatkan.

Namun petugas menyetopnya dan langsung membawanya ke bagian teknis. Di PO Primajasa, petugas juga menemukan banyak kekurangan di sejumlah bus. Di antaranya, ada bus yang tidak dilengkapi alat pecah kaca, apar, dan tidak ada kotak P3K.

Tim ramp check pun menjelaskan kepada pengelola PO Primajasa, Lala Sawala agar kekurangan yang ada di bus-bus itu segera dilengkapi. Lala Sawala pun mengaku siap menjalankan instruksi dari petugas tersebut.

Kejadian serupa juga dialami di PO Rosalia Indah, Jalan RE Martadinata, Ciputat. Dari pengecekan yang dilakukan, marak bus menggunakan ban vulkanisir dan tidak dilengkapi sejumlah fasilitas keselamatan penumpang.

“Kami mengecek kelengkapan bus demi keselamatan penumpang, mulai dari administrasi, uji kir masih berlaku atau atau sudah habis masa berlakunya. Kami juga mengecek SIM sopir, kondisi lampu depan, rem dan lampu rem serta lampu saat parkir,” kata Wijaya Kusuma, Kabid Pengawsasan dan Pengendalian Dishub Kota Tangsel.

Menurut Wijaya, idealnya bus berpenumpang harus didukung dengan apar atau alat pemadam yang diletakkan dekat sopir. Menyediakan P3K, obat-obatan apabila ada penumpang sakit. Dalam bus wajib disediakan alat pecah kaca dan pintu darurat wajib ada dan harus berfungsi.

“Semua kami cek satu persatu, jika ada kekurangan kami buat catatan berita acara agar dilengkapi dan diperbaiki. Apabila sudah diberikan masukan tidak ditindaklanjuti, maka kami tak akan berikan operasi,” tambah Wijaya.

Dalam operasi ramp check oleh petugas di temukan penggunaan ban vulkanisir dengan kondisi ada bagian terlihat retak cukup lebar. Jika digunakan dalam jarak tempuh jauh pasti membahayakan penumpang.

Wijaya langsung meminta kepada pengelola PO Rosalia Indah agar segera diganti kondisi ban di bus tersebut. “Saya minta ini diganti karena cukup bahaya sudah retak parah. Tak ada toleransi dengan kondisi ban seperti itu yang masih digunakan saja,” seru Wijaya kepada pengelola PO Rosalia Indah, Ahmad saat di lokasi pengecekan.

Ahmad menjelaskan, jika bus yang terparkir paling depan di antara yang lain ada di belakang sebagai alasan untuk mengganti ban yang sudah retak. Kondisi ban itu sudah dilaporkan oleh anak buahnya sebelum rombongan petugas Dishub datang.

“Sudah ada laporan kepada saya mengapa bus terparkir di depan karena akan diperbaiki. Antara bus yang lain ada di belakang itu memastikan sudah aman tak ada masalah,” terang Ahmad.

Perusahaan bus banyak yang memilih ban vulkanisir dengan alasan lebih efesiensi harga, meski hanya sekali pakai dan tidak dapat digunakan lagi. Berbanding dengan ban standar bus AKAP harga per unit Rp 4 juta rupiah untuk jarak tempuh 50 ribu kilometer sedangkan untuk sekali jalan tepuh tujuan Jakarta-Jawa Timur sekitar 800 kilometer

“Lebih murah harganya, lima puluh persen dari harga ban standar. Tapi kami hanya gunakan sekali pakai untuk ban vulkanisir. Bus yang lain menggunakan ban standar semua,” tutur Ahmad.

Kepala Dishub Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, giat ramp check untuk memastikan arus mudik lebaran. Ini dilakukan sedini mungkin agar tidak seremonial semata, tapi benar-benar menjadi perhatian PO bus dalam merawat busnya karena membawa penumpang dalam jumlah banyak.

Kegiatan ini berdasarkan instruksi Menteri Perhubungan RI Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pemeriksaan Kelaikan Sarana Transportasi dan Keputusan Dirjen Perhubungan Darat nomor AJ.201/5/6/DRJ/2016 tentang pelaksanaan ramp check.

“Dalam upaya menjamin keselamatan dan kenyamaan para pemudik saat lebaran nanti, serta menekan resiko terjadinya kecelakan, kita melakukan pengecekan atau ramp check ke setiap pool bus yang ada di Kota Tangsel,” jelas Sukanta. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!