Pembunuh Sadis di Kedaung Didor Polisi

Diterbitkan  Jumat, 26 / 05 / 2017 10:27 - Berita Ini Sudah :  333 Dilihat

PINCANG. Personel Polres Tangsel menggiring tersangka kasus pembunuhan dalam rilis yang digelar di Mapolres Tangsel, BSD, Rabu (24/5) malam. Tim Resmob Polres Tangsel berhasil menangkap tersangka kasus pembunuhan sadis di Pamulang, tersangka terpaksa ditembak karena berusaha melawan.

SERPONG-Polres Tangsel akhirnya sukses membekuk pelaku pembunuhan sadis terhadap Muhammad Rizki alias Raul di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas saat disergap di kediaman orangtuanya di Tegal, Jawa Tengah.

Sejak aparat kepolisian mengetahui pembunuh Raul adalah Aming Rojali (22), perburuan langsung dilakukan. “Karena tersangka melakukan perlawanan, Tim Resmob Polres Tangsel langsung memberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki tersangka,” kata AKBP Fadli Widiyanto, Kapolres Tangsel.

Diketahui antara pelaku dan korban masih punya hubungan keluarga. Pelaku merupakan keponakan korban. Dia merencanakan pembunuhan itu, karena dendam dengan ibu korban, Ivo (50). “Pelaku dendam, karena saat ditangkap dan ditahan tidak pernah dijenguk oleh korban, kemudian ada masalah warisan soal rumah, dan saat ingin meminjam uang tidak diberikan oleh Ivo,” terangnya.

Pelaku pernah dipenjara, karena terlibat beberapa kasus perampokan di Depok, Jawa Barat. Setelah bebas, pelaku tinggal bersama teman-temannya. Tidak hanya merampok, pelaku juga begal motor.

Perilaku tersangka yang buruk, membuat Ivo kesal dan tidak mau meminjamkannya uang kepadanya. Apalagi pelaku sering meminta uang, maupun meminjam uang, tetapi tidak pernah dikembalikan.

Tidak hanya itu, pelaku juga ingin meminta jatah atas penjualan rumah korban. Saat ini, rumah yang berada di Jalan Mawar 12, RT005/007, Blok D, Perum Taman Kedaung, Pamulang, itu memang dijual.

“Jadi masalah rumah itu, Ibu Ivo punya suami yang merupakan anak angkat yang sudah meninggal keduanya. Karena tidak punya anak, baik ibu dan anaknya merasa punya hak. Rumah yang ditempati Ibu Ivo itu akan dijual,” sambung Fadli lagi.

Setelah melakukan pembunuhan sadis, pada Rabu (17/5) lalu, pelaku sempat kabur ke beberapa tempat. Pertama, dia sembunyi di rumah temannya di wilayah Bogor. Kemudian langsung ke Tegal.

Pelarian tersangka terhenti di Tegal. Dari penyergapan itu, polisi menyita bukti-bukti yang memberatkan. Mulai dari dua set baju korban, satu bilah pisau dapur bergagang kayu dan obeng panjang untuk menusuk korban, celana jins panjang warna biru, dan kaos oblong pelaku.

“Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KHUP tentang Pembunuhan Berencana atau pembunuhan, dan Penganiayaan yang Menyebabkan Orang Meninggal Dunia,” terang Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ivo, polisi baru mengetahui kronologi pembunuhan sadis yang menghebohkan di Kedaung itu.

Pada malam kejadian, Aming datang ke rumah Ivo seorang diri menggunakan motor Beat putih, hasil meminjam dari temannya yakni, Dimas ke rumah Ivo. Setibanya di lokasi, rumah tampak sepi.

“Sesampainya di pagar rumah Ivo, Aming bertemu seorang ibu (diduga pembantu rumah tangga). Lalu dia menanyakan keberadaan Ibu Ivo, dan dijawab sedang pergi,” terang Ahmad Alexander.

Kemudian, dia bertanya keberadaan Raul, anaknya Ivo. Lalu dijawab ibu itu lagi, bahwa Raul sedang berada di warnet. Ibu itu kemudian diajak ke warnet menemui Raul, dengan dibonceng motor Aming.

“Tetapi Raul tidak ada di warnet. Aming lalu kembali ke rumah Ibu Ivo. Dengan obeng panjang yang tekah dibawanya, dia ingin mencongkel rumah Ivo,” paparnya.

Namun belum sempat mencongkel pintu rumah, Ivo dan Raul datang, dan langsung menegur Aming. Selanjutnya, Aming, Ivo, dan Raul, masuk ke dalam rumah. Raul pun langsung masuk ke dalam kamar.

Saat tengah berdua dengan Ivo, Aming mengungkapkan keinginannya untuk meminjam sejumlah uang kepada Ivo sebesar Rp 500 ribu. Tetapi dijawab Ivo, dirinya sedang tidak punya uang.

Aming tetap meminta dengan angka setengahnya, yakni Rp 250 ribu. Tetapi tetap dijawab Ivo, bahwa dirinya saat itu sedang memiliki uang. Aming pun langsung ke dapur.

Aming yang sudah mengenal isi rumah itu ke dapur untuk mengambil pisau. Kemudian pisau dipegang dengan tangan kiri. Dua lalu menemui Ivo yang saat itu sedang duduk di anak tangga depan pintu kamar depan sambil mainkan HP.

“Tiba-tiba, dari belakang Aming mendekap leher Ibu Ivo menggunakan tangan kiri. Sedangkan pisau dipindahkan ke tangan kanan, dan langsung menusukan pisau ke arah dada serta leher Ivo,” jelasnya.

Ivo pun berteriak kesakitan dan Raul keluar dari kamar depan, dan langsung teriak meminta tolong. Na’as, Raul malah diserang oleh Aming dengan obeng panjang yang telah dibawanya. Dia ditusuk dekat lehernya tembus ke paru-paru.

Tusukan ke objek vital itu membuat Raul jatuh tersungkur dan bermandikan darah. Melihat korbannya sedang sekarat, Aming langsung kabur, dan membiarkan Ivo serta Raul, dijemput maut di rumahnya.

“Dia membuang pisaunya itu di dekat pintu depan rumah Ivo. Aming kabur mengarah jalan kampung menuju Pamulang. Dia sempat mengembalikan motor yang dipinjamnya kepada Dimas,” sambung Kasatreskrim.

Dari Pamulang, pria lajang dengan badan penuh tato di tangan ini langsung bersembunyi di Bogor. Setelah mendapat pinjaman uang, dia langsung menuju Tegal, dan sembunyi di rumah orangtuanya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!