Pemkot Larang Live Musik

Diterbitkan  Jumat, 26 / 05 / 2017 9:58 - Berita Ini Sudah :  251 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERPONG-Selama Ramadan, restoran di Kota Tangsel dilarang menampilkan pagelaran musik secara langsung atau live. Jika tetap membandel, maka siap-siap dicabut izin usahanya.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) di salah satu rumah makan di BSD pada Rabu (24/5) menjelaskan, dalam surat edaran bersama Walikota dan MUI No. 451.13/1345 – Dispar/ 2017 tentang Pengaturan Kegiatan Usaha Kepariwisataan dan Himbauan Amaliyah Ummat menjelang dan selama bulan Ramadan meminta tempat-tempat hiburan tak beroperasi. Termasuk hiburan berupa musik live.

“Melalui surat edaran bersama dengan MUI Kota Tangsel, kami mengimbau agar selama bulan puasa tak memainkan musik. Ini untuk menghormati dan saling menjaga serta menghormati umat muslim menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Menurut Airin, pelarangan itu bukan berarti dirinya tak cinta pada musik, tak menghormati pada karya music, tapi karena momentumnya bulan suci Ramadan didukung oleh MUI Kota Tangsel agar saling menjaga kondusifitas. Umat Islam tentu menginginkan dalam menjalankan ibadah puasa berjalan khusyuk dan lancar.

“Mohon maaf saya bukan berarti tidak suka pada musik dengan melarang memainkan musik selama bulan Ramadan ini, tapi kita sudah sepakat bersama dengan MUI Kota Tangsel melalui surat edaran bersama agar sementara tak ada pagelaran musik dulu,” pinta Airin.

Selain hiburan musik live di rumah makan, pagelaran musik di cafe atau tempat lainnya juga dilarang. Selama puasa, Pemkot juga meminta tempat hiburan seperti, diskotik, spa, panti pijat, dan karaoke supaya tidak beroperasi.

“Sanksinya sudah jelas apabila pelaku usaha melanggar ketentuan dari surat edaran, kita cabut izin usahanya. Kalau tahun lalu, hanya dicabut surat izinnya, sekarang pelaku usahanya dapat ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tambah Airin.

Airin menambahkan, dirinya juga akan menginstruksikan kepada petugas Satpol PP dan Dinas Pariwisata untuk memantau tempat-tempat hiburan selama bulan suci ini. “Jika ada yang tetap buka, nanti lihat saja aturan yang akan kami tegakan,” tegasnya.

Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak menjelaskan, dalam Surat Edaran Bersama ada 12 item, di antaranya diskotik, panti pijat dan usaha sejenis hiburan malam tidak boleh buka selama sebulan penuh. Hal itu sudah disepakati bersama dengan Walikota Tangsel.

“Klub malam, diskotik, karaoke, spa, panti pijat selama puasa dilarang buka. Ini seperti tahun-tehun sebelumnya di Tangsel menerapkan seperti ini,” kata Rojak.

Demikian larangan konser musik yang sifatnya umum atau publik tidak boleh sembarangan. “Soal pentas musik yang sifatnya konser massal dengan mendatangkan orang banyak dilarang. Karena bisa menimbulkan unsur pornografi. Kalau konser musik religi yang kami perbolehkan,” tambah Rojak.

Surat Edaran bersama walikota dan MUI itu juga disambut hangat pengelola rumah makan atau hotel yang tergabung di Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel.

“Sebenarnya musik ada yang enak didengar dan tidak, ya kita dukung soal itu. Masyarakat tahu kok, mereka dewasa tak mungkin menampilkan live musik di rumah makan dengan musik tak pantas. Inti puasa untuk belajar kita menjadi toleran dan mari kita dukung lancarnya ibadah agar tetap aman dan nyaman,” harap Gusri Efendi, ketua PHRI Kota Tangsel.

Namun Gusri menerangkan, untuk musik religi atau musik daerah sebaiknya tetap diperbolehkan. “Ya yang tak boleh itu konser musik yang dapat menimbulkan suara hingar bingar,” jelasnya.

Gusri juga menambahkan, pihaknya juga menyepakati jika panti pijat, karaoke, dan spa harus tutup selama bulan suci. “Hal ini utuk menghormati bulan suci Ramadan.Kita sudah rapat untuk hiburan malam harus ditutup,” katanya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!