Masih Ada Lahan Tol Serpong-Kunciran Belum Dibayar


Rawalele Mulai Digusur

Diterbitkan  Rabu, 31 / 05 / 2017 1:02 - Berita Ini Sudah :  344 Dilihat

TANAH MERAH. Pekerja dengan menggunakan alat berat melakukan perataan dan pemadatan struktur tanah proyek pembangunan jalan Tol Serpong – Kunciran di Rawalele, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Selasa (30/5). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.

CIPUTAT-Progres pembangunan Tol Serpong-Kunciran sudah dimulai. Perataan lahan dengan alat berat sedang dilakukan di beberapa lokasi. Salah satunya di Kampung Rawalele, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat.

Pantauan Tangsel Pos di RT 2/RW 6 Kampung Rawalele, Jombang, kemarin, sebuah alat berat nampak sedang meratakan tanah. Pohon-pohon besar ditebas dan dirobohkan. Proses penggusuran itu dilakukan oleh Adhi Acset, salah satu perusahaan BUMN.

Salah satu pengawas lapangan pengerjaan tol, Yana saat ditemui di lokasi mengatakan, Adhi Acset bakal mengarap lahan Tol Serpong-Kunciran sepanjang kurang lebih 4 kilometer dari Tol BSD hingga Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren. Sedangkan pengerjaan dimulai dari Rawalele RT 2/RW 6, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat.

“Kami akan menggarap sepanjang empat kilometer dimulai dari Jombang Rawalele hingga menyambung ke Tol BSD dan Kelurahan Parigi Baru,” katanya.

Pada bagian lain, kata Yana, akan ada perusahaan lain yang akan menggarapnya. Sehingga tidak satu pengerjaan tol digarap satu perusahaan. Proses penggusuran di Rawalele hingga Parigi Baru ini dilakukan oleh 30 pekerja.

“Tahap awal stripping atau pembersihan, kemudian jika sudah selesai ada tahap galian dan timbunan. Dan seterusnya hingga jadi tol. Waktu pengerjaan sampai kapan? Kami belum bisa memastikan,” terangnya.

Proses perataan lahan dipastikan akan memakan waktu lama. “Nanti juga perusahaan kami akan buka kantor di kawasan sini agar mempermudah dalam komunikasi dan pengawasan,” tambah ia.

Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Serpong-Kunciran dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel, Muhammad Gholib Syaifudin mengatakan, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelumnya sudah melayangkan surat pengosongan lahan yang terkena pembebasan.

“Lahan-lahan yang sudah kami bayar lebih awal saat ini sudah mulai dikerjakan oleh Kementerian. Mereka yang teknis pengerjaanya termasuk surat pengosongan lahan sudah disebarkan kepada warga yang lahannya sudah dibayarkan, termasuk yang belum dibayar banyak yang sudah dikosongkan,” kata Gholib.

Sebagian besar di Kelurahan Jombang untuk Tol Serpong-Kunciran sudah dibayarkan hanya memang secara sporadis tidak semuanya dibayar per kelurahan, misalkan di Kelurahan Parigi Baru masih cukup banyak lahan yang belum dibebaskan, karena dimiliki oleh PT Jaya Real Property (JRP).

“Tidak bisa dipastikan per kelurahan karena sporadis jadi ada yang sudah dan ada yang belum. Misalkan saja yang paling banyak belum dibebaskan di Kelurahan Parigi tapi memang banyak dimiliki oleh PT JRP. Sebagian lain juga ada yang sudah dibayarkan juga,” imbuhnya.

Saat ini sudah ada sekitar 600 berkas yang sudah divalidasi untuk mengajukan pembayaran dari barbagai kelurahan. “Tinggal menunggu uang cair jika sudah cair pasti akan dibayarkan langsung. Saat ini cukup banyak yang mengajukan kepada kami,” papar Gholib.

Dari delapan kelurahan yang terkena pembebasan Tol Serpong-Kunciran itu ada sebanyak 2.323 bidang tanah. Yang sudah dibebaskan sudah mencapai 1.623 bidang. Delapan kelurahan itu yakni, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Jombang, Parigi Lama, Parigi Baru, Pondok Jagung, Pondok Jagung Timur, Jelupang, dan Pakujaya.

“Jelupang, Pakujaya dan Pondok Jagung termasuk juga lahan yang ada di Rawa Mekar Jaya yang pernah ada persoalan lahan sengketa saat ini sudah selesai tinggal pembayaran saja,” tutur Gholib.

Pembebasan Tol Serpong-Kunciran berjalan sekitar 7 tahun sejak 2010 silam, terbilang tidak terlalu lama dibanding dengan tol-tol yang sudah ada di berbagai daerah mencapai puluhan tahun.

“Nanti Pak Presiden akan meninjau juga setelah beres semua. Ini kan proyek strategi nasional yang kabarnya akan ditinjau semua, maka kami yang ada di wilayah harus siap kapan Pak Presiden Jokowi akan berkunjung ke lokasi,” tambahnya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!