Dewan Bahas Geng Motor Bareng Polres

Diterbitkan  Senin, 05 / 06 / 2017 10:36 - Berita Ini Sudah :  254 Dilihat

DENGAR PENDAPAT. Anggota DPRD Kota Tangsel melakukan rapat dengar pendapat, dengan Polrest Tangsel, terkait tingkat keamanan. Dan juga soal ramainya isu tentang gangster dan geng motor di Kota Tangsel.

SERPONG-Merebaknya isu geng motor di Kota Tangsel telah menyulut keresahan di tengah-tengah masyarakat. Dewan pun menggelar hearing bersama Polres Tangsel untuk menyikapi kondisi tersebut.

Dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Kota Tangsel, Gedung Ifa, Buaran, Kecamatan Serpong, Sabtu (3/6) lalu itu dihadiri langsung Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widianto dan sejumlah anggota dewan.

Salah satu dugaan aksi geng motor terjadi di Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, belum lama ini. Tiga remaja dibacok oleh enam pemuda yang diduga menjadi anggota geng motor. Aparat kepolisian dengan cepat mampu meringkus sejumlah pelakunya yang membawa senjata tajam.

Ketua Komisi l DPRD Tangsel, Taufik MA mengatakan, hearing dengan polres Tangsel ini untuk mengetahui soal keamanan terutama setelah merebaknya kabar geng motor yang meresahkan warga.

Lanjutnya, dari rapat dengar pendapat dengan Polres ini terungkap bahwa adanya kabar geng motor di Tangsel adalah berita hoax. “Ternyata kabar adanya geng motor itu belum benar.

Namun walaupun kabar geng motor itu belum benar keadaannya, kita sudah minta kepolisian agar berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan warga, terutama di bulan Ramadan ini,” tutur Taufik.

Anggota Komisi lV DPRD Tangsel, Rizki Jonis mengatakan bahwa dalam menghadapi masalah keamanan, seluruh masyarakat Tangsel juga harus terlibat aktif. Salah satunya, di setiap wilayah kecamatan itu dibentuk Satgas Keamanan seperti Binamas.

“Maka jika terjadi peristiwa masyarakat bisa menghubungi Binamas tersebut. Ini kan masyarakat terlibat aktif. Minimal dengan seperti ini bisa meminimalisir adanya tindakan kejahatan,” ujarnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto menegaskan, geng motor di Kota Tangsel selama ini sama sekali tidak ada. Meski begitu, Kapolres menjelaskan, jika memang ada beberapa komunitas motor di Tangsel tengah berusaha untuk membentuk geng motor di Tangsel.

“Namun sudah kita tangkap dan tindak. Saat ini sedang diproses. Kita tidak akan memberi toleransi kepada mereka yang terlibat geng motor, kita akan tindak tegas,” paparnya.

Terkait adanya pesan berantai di media sosial yang berisi tentang geng motor, Kapolres menegaskan, agar masyarakat yang menerima pesan berantai tersebut jangan langsung menyebarkan kepada masyarakat lainnua. Sebab, jika pesan berantai berisi hoax, maka secara tidak langsung si pengirim ikut andil dalam menyebarkan berita hoax tersebut.

“Masyarakat harus teliti dulu kalau menerima pesan berantai, jangan diforward dulu. Ada baiknya ditelusuri dulu kebenarannya. Karena jika berita itu hoax lalu kita forward, otomatis kita juga ikut menyebarkan berita hoax itu.

Minimal harus menghubungi Binamas jika ada pesan berantai soal tindak kriminal, nanti Binamas akan menjelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya.(dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!