Parkir Sembarangan Bakal Diderek

Diterbitkan  Senin, 05 / 06 / 2017 10:47 - Berita Ini Sudah :  230 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERPONG-Jangan coba-coba parkir sembarangan di kawasan Serpong. Jika tetap nekat, maka kendaraan Anda bakal diangkut ke mobil derek oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel.

Pada Jumat (2/6) lalu, personel Dishub melakukan operasi penertiban di kawasan BSD, Jalan Raya Serpong. Dalam operasi itu Dishub membawa tim dilengkapi mobil derek. Pasalnya, kemacetan selain disebabkan oleh truk bertonase besar juga banyaknya kendaraan parkir di bahu jalan.

Satu kali hingga tiga kali diberikan peringatan, apabila tetap membandel akan diderek. “Kami sudah sampaikan kepada pihak diler besar di Jalan Raya Serpong, supaya tak memarkir kendaraan di bahu jalan.

Apabila himbauan ini tidak diperhatikan, kami akan mengangkut menggunakan mobil derek. Parkir di bahu jalan tidak boleh karena akan mengganggu pengendara lain, selain untuk pejalan kaki juga,” ungkap Wijaya Kusuma, kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dishub Kota Tangsel.

Dalam operasi itu, petugas Dishub menyisir sejumlah titik yang biasa dijadikan tempat parkir liar di Jalan Raya Serpong. Namun meski ada yang melanggar, kendaraan yang parkir sembarangan itu tak diderek. Pemiliknya hanya diberikan peringatan.

Selain merazia kendaraan yang parkir sembarangan, Dishub juga menertibkan truk-truk bertonase besar yang kebetulan melintas di Jalan Raya Serpong. Padahal sudah ada aturan untuk truk bermuatan besar dilarang melintasi Jalan Raya Serpong di siang hari.

Wijaya Kusuma menjelaskan, dalam operasi penertiban kendaraan bertonasi besar pihaknya menyetop 3 kendaraan truk pasir dan 2 truk kontainer. Mereka melintas di luar jam opersional yang sudah ditentukan.

“Mereka kerap melanggar Perwal tentang jam operasional kendaraan bertonase. Di kawasan Jalan Raya Serpong truk bertonase besar dilarang melintas pada siang hari,” kata Wijaya.

Jam operasional truk bertonse besar dibolehkan melintas mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB sesuai Perwal Nomor 3 Tahun 2012 tentang Waktu Operasional Kendaraan Angkutan. Tujuannya agar lalu lintas yang kerap padat tidak terjadi kemacetan. Pengendara lain terutama masyarakat yang menggunakan sepeda motor juga akan aman.

“Semestinya beroperasi pada malam hari. Apabila mereka beroperasi pada siang hari kerap menjadi pemicu kemacetan. Ini yang kami antisipasi secara terus menerus,” tukasnya.

Dishub tidak dapat memungkiri lalu lintas di kawasan Serpong menuju Kota Tangerang memang cukup padat, tak jarang kendaraan bertonase besar lalu lalang. Sosialisasi, peringatan, dan himbuan sudah sering disampaikan.

“Mereka kebanyakan dari Kabupaten Bogor membawa pasir atau juga dari Kabupaten Tangerang. Kami selalu mengimbau kepada mereka supaya mematuhi aturan yang ada di wilayah Kota Tangsel. Seharusnya paham karena melintas setiap hari,” harap Wijaya.

Kepala Dishub Kota Tangsel, Sukanta menegaskan, para pengendara truk bertonase besar cukup bandel. Dirinya yakin jika mereka sudah tahu jam operasional di kawasan Tangsel, tapi tetap saja diterobos.

“Pasti mereka tahu, kan kita juga sering menegur mereka kendaraannya kami sita untuk tidak jalan hingga malam. Tapi mereka tak kapok dan mengindahkan aturan yang ada,” beber mantan camat Serpong Utara ini.

Dishub menilai butuh kantong parkir untuk mengurai kemacetan di kawasan Serpong. “Kita bisa saja menyetop truk-truk besar siang hari yang melintas di Tangsel, sementara d masukan ke kantong parkir.

Tapi sekarang kami tidak bisa seperti itu karena tidak ada kantong parkir untuk kendaraan mereka apalagi truknya besar-besar harus membutuhkan lahan yang luas,” tukas Sukanta. (din )

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!