Ahli Waris 16 Bidang Tanah Masih Bertahan


Flyover Gaplek Batal Dibangun Tahun Ini

Diterbitkan  Selasa, 06 / 06 / 2017 10:17 - Berita Ini Sudah :  397 Dilihat

TERHAMBAT. Kondisi simpang Gaplek, Pamulang yang direncanakan akan dibangun flyover untuk mengatasi kemacetaan saat hari libur serta pagi dan sore.

PAMULANG-Pembebasan lahan Flyover Gaplek, Kecamatan Pamulang masih tersisa 16 bidang. Proses pembayarannya dititipkan ke Pengadilan, karena para ahli waris tidak mengajukan pencairan hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Kasi Pengadaan Tanah Infrastrutur Dasar, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Tangsel, Rizkiyah menjelaskan, sisa 16 bidang yang akhirnya dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang itu,

beberapa di antaranya ahli warisnya menggungat ke Mahkamah Agung soal keberatan harga, namun sudah diputuskan atau ditolak. Selain itu masih ada surat-surat yang berhubungan dengan pihak bank.

“Lahan yang belum dibayarkan ada enam belas titik, namun uangnya sudah kami titipkan di Pengadilan. Jika sudah dititipkan yang bersangkutan wajib mengurus sendiri di sana,” katanya.

Asumsinya apabila uang sudah dititipkan di Pengadilan, maka sudah tuntas persoalan lahan untuk pembangunan Flyover Gaplek. Sehingga tidak ada persoalan apabila kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) langung membangun fisiknya.

“Pembebasan sudah seratus persen, jadi pembangunan fisik sudah dapat dimulai. Lahan sudah tidak ada masalah lagi,” tambah Rizkiyah.

Pantuan Tangsel Pos di lokasi, kemarin, ada beberapa titik bangunan yang masih berdiri kokoh belum dirataakn dengan tanah, salah satunya pusat onderdil mobil. Kawasan ini bakal terkena pelebaran karena di kanan dan kirinya sudah diratakan dengan tanah.

Ada juga kawasan perkantoran dekat minimarket Seven Eleven, masih berdiri kokoh. Selain itu, Resto cepat saji CFC, Rumah Sakit Bhakti Husada, ACE Hadware, Kantor Pos dan Giant serta McDonalds. Hingga saat ini kawasan ini saat hari-hari tertentu kemacetannya cukup parah, terutama saat akhir pekan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel, Aries Kurniawan menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Satukan Kerja Pambangunan Jalan Nasional Wilayah IV berkantor di kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan, pembangunan Flyove Gaplek tidak jadi tahun ini. Kemungkinan besar akan dilaksanakan tahun depan.

“Kami melakukan komunikasi Satker pembangunan Flyover Gaplek yang berkantor di kawasan Lebak Bulus menjelaskan pembangunan akan dikerjakan pada tahun depan. Tahun ini fokus pada penyelesaian persoalan lahan terlebih dahulu agar benar-benar tuntas,” katanya.

Pemerintah Pusat tentunya mengetahui betul mekanismenya seperti apa. Semuanya dengan detail pasti dipersiapkan. Termasuk desainnya, pembiayaannya hingga tim konsultan pembangunanya mereka yang akan menyiapkan.

Pemkot Tangsel tinggal menunggu dari Pemerintah Pusat apa yang harus dikerjakan karena memang tugas Pemerintah Daerah soal pembebasan lahan. “Sementara kami membantu bidang pertanahan untuk meratakan bangunan yang sudah dibebaskan.

Kami awal tahun sudah melakukan perataan bangunan yang akan dibangun flyover. Tentu langkah selanjutnya PU pusatlah yang akan melakukan semua langkah karena dana dan sebagainya mereka yang akan melakukan semua itu,” tambah ia.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel juga akan terus berkomunikasi dengan Bagian Pertanahan dan DPKPP soal pembebasalan lahan untuk menunggu putusan Pengadilan. Pasalnya, meski dititipkan di Pengadilan tetap harus menunggu hasil putusan. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!