Anggardha Terpilih Sebagai Best Speaker National Schools Debating Championship


Siswa Moonzher Tangsel Menuju Lomba Debat Internasional

Diterbitkan  Selasa, 06 / 06 / 2017 11:53 - Berita Ini Sudah :  274 Dilihat

INTERNASIONAL. Siswa SMAN 2 Tangsel, Anggardha Anindito (lima kanan) berpotensi mewakili Indonesia ke ajang lomba debat tingkat Internasional, di Bali. Anggara terpilih sebagai pembicara terbaik dalam ajang lomba debat nasional beberapa waktu lalu.

SERPONG-Salah seorang siswa SMA Negeri 2 “Moonzher” Tangsel, Anggardha Anindito (16) terpilih sebagai Best Speaker (pembicara terbaik) untuk National Schools Debating Championship yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, Anggardha berpotensi mewakili Indonesia untuk lomba debat Internasional, yang akan diselenggarakan di Bali, beberapa waktu lagi. Lomba debat tingkat nasional ini sendiri diselenggarakan di SMAN 2 Tangsel, dan resmi ditutup pada (19/5) lalu, di Jakarta.

Saat ditemui, Anggardha mengakui bahwa kompetisi debat sangat berguna bagi para pelajar untuk memahami kondisi sekitar. “Ada sekitar sembilan topik mulai dari babak penyisihan hingga final dan topik itu seputar politik, ekonomi, hukum dan kebijakan internasional,” jelas Anindito usai penyerahan piagam penghargaan.

Dengan memahami isu-isu tersebut, Anindito berpendapat, dapat lebih memahami, dan bersikap terhadap persoalan-persoalan yang ada di sekitar. Dia mencontohkan ketika mendapatkan pilihan topik berupa feminisme dapat menghancurkan sistem kapitalisme.

Dimana, dia mengaku mendapatkan tantangan bagaimana bersikap terhadap posisi perempuan di sektor-sektor ekonomi. “Saya berada di posisi pro dan harus berikan pendapat mengenai bagaimana feminisme dapat menghancurkan sistem kapitalisme,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan sistem kapitalis tidak memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk menempati sektor perekonomian karena sistem ini mengacu pada perolehan profit.

“Sistem kapitalisme itu menyebabkan perempuan tidak boleh berada di atas, karena mereka mengejar profit sehingga hasilkan permasalahan sosial seperti adanya patriarki yang kuat,” ujarnya.

Pilihan-pilihan argumen, menurutnya, buktikan bagaimana peduli terhadap permasalahan sekitar. “Pelajar itu harus peduli (kepada semua isu) karena itu berefek ke kalian sebagai generasi penerus, dan harus utarakan yang ada di pikiran kalian mengenai masalah-masalah tersebut,” tegasnya.

Lomba Debat Bahasa Latih Siswa Kritis dan Sportif

Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dit. Pembinaan SMA Ditjen Dikdasmen Kemendikbud) Purwadi Sutanto mengungkapkan, kedua kompetisi itu merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi para siswa SMA.

“Di sini ditunjukkan, prestasi diraih dengan latihan-latihan, ada semangat yang terlihat dan tidak boleh padam,” ujar Direktur Purwadi, saat penutupan lomba di Jakarta.

Semangat itu, Direktur Purwadi melanjutkan, harus berfungsi sebagai pemicu untuk berprestasi di kompetisi yang lain. “Jangan sampai padam saat ini, dan tinggikan cita-cita, sekarang sudah meraih prestasi tingkat nasional, siapkan diri untuk ikuti kompetisi selanjutnya di tingkat internasional,” jelasnya.

Para peserta kedua lomba juga diberikan pembekalan pendidikan karakter melalui seminar Pencegahan dan Penanggulan Bahaya Narkotika, dan Pencegahan Tindak Korupsi. Rangkaian lomba terselenggara selama tujuh hari, mulai 14–20 Mei 2017.

Sebanyak 34 tim perwakilan dari 34 provinsi untuk masing-masing lomba bersaing dalam turnamen tahunan ini. Setiap tim terdiri dari tiga orang siswa yang terpilih dari seleksi individual di tingkat provinsi. Total peserta tahun ini meliputi 102 siswa SMA untuk NSDC, dan 102 siswa SMA untuk ajang LDBI.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMA, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan pendapat dengan baik, berpikir kritis, kreatif, analitis, konstruktif, serta mampu bersikap sportif.

“Pemenang NSDC berpotensi mewakili Indonesia dalam ajang World School Debating Championship,” ujar Purwadi.(sam)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!