2.802 Perusahaan di Tangsel Wajib Berikan THR H-7


Posko THR Mulai Buka

Diterbitkan  Kamis, 08 / 06 / 2017 10:20 - Berita Ini Sudah :  236 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi mulai membuka Posko Tunjangan Hari Raya (THR) di kantornya Melati Mas BSD, Serpong. Posko ini untuk membantu buruh yang tidak menerima THR dan memberikan pendampingan terhadap sengketa atau permasalahan hak-hak pekerja.

Posko THR tersebut, diungapkan Kepala Disnaker Purnama Wijaya, sudah dibentuk. Pihaknya seperti tahun-tahun sebelumnya selalu mendirikan posko pengaduan THR sesuai aturan berlaku dalam Permen nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

“Baru kemarin ditentukan. Saya sudah tandatangani. Bahwa semua perusahaan berkewajiban memberikan THR. Kami juga melayangkan surat edaran kepada semua perusahaan agar dipahami bersama,” katanya.

Perusahaan yang ada di Tangsel tercatat mencapai 2.802. Semua jenis perusahaan wajib hukumnya memberikan THR. Perusahaan tersebut dimaksud mempekerjakan karyawan lebih dari 10 orang. Pemberian THR diberikan tujuh hari sebelum lebaran.

“THR wajib diberikan tujuh hari sebelum lebaran. Jika sampai tidak diberikan hingga lebaran kurang dua hari tanpa ada kejelasan dari perusahaan wajib melaporkan kepada posko supaya dapat ditindak lanjuti,” papar ia.

Besaran gaji bari karyawan yang sudah bekerja dari 12 bulan, maka perusahaan wajib memberikan THR satu kali gaji. Namun jika karyawan bekerja baru satu atau tiga bulan wajib diberikan THR dengan proporsional.

“Misalkan ini hanya contoh apabila kerja baru tiga bulan, maka perhitunganya tiga bulan kerja dikali satu bulan upah dikali dua belas bulan,” tukas Purnama.

Tentu setiap perusahaan memiliki kebijakan gaji berbeda-beda, tetapi pemberlakuannya harus proporsional dan tidak merugikan karyawan.

Dengan adanya posko diharapkan dapat dimanfaatkan apabila memang ada yang dirugikan oleh perusahaan. Dalam pasal 5 ayat (4) menyebutkan, THR keagamaan wajib dibayarkan pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

“Posko ini untuk membantu para buruh atau karyawan yang merasa dirugikan oleh perusahaan akibat tidak memberikan THR atau pemberiannya. Perusahaan wajib memahami persoalan ini,” harapnya.

Kabid Hubungan Indusrtial dan Jamsostek, Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Heri Heryadi, Rabu (7/6) baru mendapatkan surat keputusan (SK) Pembentukan Posko THR dan langsung proses pencetakan spanduk. Kamis pagi ini pihaknya sudah memberikan pelayanan.

“Hari ini kami baru mendapatkan surat keputusan dan langsung memperoses spanduk termasuk menyebarkan surat edaran kepada perusahaan,” katanya, kemarin.

Posko THR buka pada hari kerja. Dalam surat edaran dicantumkan 10 nama petugas berikut nomor telponnya. Tujuannya agar mudah dihubungi oleh buruh ketika ada masalah perkara THR.

“Surat edaran kami prioritaskan penyebaranya kepada perusaan kerap bermasalah dengan THR. Sedangkan perusahaan yang sudah terbiasa memberikan THR kepada karyawan dalam jumlah besar sambil berjalan. Kita ingin perusahaan yang kerap bermasalah terlebih dahulu kasih himbauan,” katanya.

Meski Posko THR, Rabu belum ditentukan sudah ada perusahaan datang berkonsultasi soal penyerahan THR. Ada tiga perusahaan ini mengaku akan memberikan THR, namun tidak sesuai dengan harapan dikarenakan persoalan perkembangan usahanya sedang turun.

“Baru saja ada tiga perusahaan datang, mereka melaporkan akan memberikan THR namun tidak sesuai. Itu tidak masalah yang penting ada komunikasi. Jika nanti ada karyawan yang tidak sependapat biar ditangani bidang pengawas ketenagakerjaan provinsi,” tuturnya.

Dalam peraturan disebutkan jika ada pelanggaran THR tidak ada sanksi. Namun jika dalam perusahaan sudah ada perjanjian antara keryawan sementara dalam pelaksanan tidak ada realisasi pemberian THR, maka itu sudah masuk pelanggaran.

“Tida semua perusahaan memiliki perjanjian awal, memang ada juga perusahaan memiliki perjanjian dengan keyawan soal THR. Kalau seperti ini pihak perusahaan tidak memberikan haknya, maka sudah ada yang dilanggar salah satu pihak,” tambahnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!