Hiburan Malam Diduga Nekat Beroperasi

Diterbitkan  Jumat, 09 / 06 / 2017 9:59 - Berita Ini Sudah :  267 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERPONG-Selama bulan puasa disinyalir masih banyak tempat hiburan malam tetap beroperasi. Satpol PP diminta segera menindak pengusaha hiburan yang membandel ini.

Dua organisasi kepemudaan yakni, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel mengaku kerap mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya tempat hiburan malam yang masih buka itu.

Ketua GP Ansor Kota Tangsel, Asrori mengatakan, pihaknya sering menerima banyak laporan soal maraknya tempat hiburan malam yang masih beroperasi berupa karaoke di kawasan Serpong dan Serpong Utara.

“Ini artinya mereka meremehkan edaran dari MUI dan Walikota untuk menghormati Ramadan. Ini harus ditindak tegas oleh Satpol PP,” ujarnya.

Asrori berharap, Satpol PP terjun ke lapangan untuk membuktikan laporan masyarakat ini. “Kalau sudah ditegur masih bandel, langsung segel dan cabut saja izinnya. Karena sama saja mereka meremehkan regulasi yang telah ada,” ungkapnya.

Bahkan Asrori mengancam dalam waktu dekat ini jika Satpol PP tidak melakukan razia dan bertindak tegas terhadap tempat hiburan malam itu, maka akan ada aksi dari beberapa organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan yang mendesak supaya tempat hiburan malam ini ditutup.

“Jangan salahkan kami, kalau nantinya kami yang bergerak, kalau Satpol PP tidak bergerak secepatnya. Ini adalah peringatan tegas dari kami,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPD KNPI Kota Tangsel, Sigit Sungkono. “Kami mendapatkan laporan soal masih ada beberapa tempat hiburan malam di kawasan Serpong, yaitu tempat karaoke dan klub malam yang nekat beroperasi melayani tamu. Padahal surat edaran walikota dan MUI itu tegas, tutup selama Ramadan,” ungkapnya.

Sigit juga mengatakan, bahwa dengan masih terdapat tempat hiburan malam yang beroperasi, ini jelas cukup menganggu kenyamanan umat muslim menjalankan ibadah Ramadan.

“Ini kalau didiamkan akan sangat mengganggu ketertiban. Karena masyarakat tahunya ada surat edaran soal tutupnya tempat hiburan malam selama Ramadan. Dan tiba-tiba ada yang melanggar edaran itu, ini akan menjadi preseden buruk di mata masyarakat,” tegasnya.(dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!