BNN Bakal Gelar Razia Besar-besaran


Masya Allah, Sabu Laris Manis Jelang Musim Mudik

Diterbitkan  Jumat, 09 / 06 / 2017 9:43 - Berita Ini Sudah :  260 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERPONG-Permintaan akan sabu diprediksi meningkat jelang musim mudik. Barang laknat satu ini marak disalahgunakan oleh mereka yang ingin staminanya tetap terjaga selama menempuh perjalanan panjang. Badan Narkotika Nasional (BNN) bakal menggelar razia besar-besaran.

Kepala BNN Kota Tangsel, AKBP Heri Istu menjelaskan, berdasarkan analisa pihaknya, dari tahun-ke tahun banyak permintaan sabu di momen-momen tertentu. Misalkan, akan ada peningkatan saat jelang tahun baru, arus mudik dan hari-hari besar lainnya.

“Ini secara umum, narkoba marak di saat musim mudik, lebaran, dan tahun baru. Bahkan di momen-momen seperti ini, karena susah nyarinya sabu bisa sampai dijual dua juta rupiah per paketnya,” jelasnya.

Heri Istu menjelaskan, biasanya di musim mudik, sabu tak hanya dipakai para sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP), tapi juga bisa saja disalahgunakan warga yang mudik.
“Biasanya dalam rangka mudik jalan darat, untuk stamina. Dampaknya bisa menghayal. Jika lelah dipaskakan, maka fisiknya tidur tapi matanya melek,” tambahnya.

Heri menerangkan, pemakaian sabu oleh para sopir bus karena biasanya jumlah penumpang meningkat selama arus mudik berlangsung, sedangkan ketersediaan sopir minim. Akhirnya yang seharusnya sekali jalan sopir bisa dua kali jalan. tentu tenaga sopir akan kelelahan perlu istirahat.

“Efek sabu ada masa baal, sehingga fisik sudah tidur, namun matanya terjaga. Seharusnya sopir tidur tapi karena dipaksakan, maka seperti itu. Perhitungan orang normal, jika capek dan lelah cara menyembuhkanya harus tidur istirahat yang cukup. Kalau ini sampai terjadi sangat berbahaya,” tuturnya.

BNN berharap kepada perusahaan bus AKAP supaya menjaga kesediaan sopir. Harus ada sopir cadangan, jangan memaksakan sopir di luar kemampuan dikhawatirkan akan terjadi fatal. Kegiatan tes urine bagi sopir bukan mencari pemakai, tapi untuk mengimbau agar tak gunakan.

“Sifatnya ini himbauan supaya sopir tidak gunakan bahan terlarang. Kita bukan mencari pemakai, tapi apabila dalam tes urine terdapat positif kami akan lakukan assesmen tidak diizinkan melakukan perjalanan, tukas Heri.

Di setiap musim mudik, BNN melakukan pengecekan tes urine gabungan dengan Dinas Perhubungan, Polres Tangsel, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) terhadap sopir bus AKAP.
“Kita akan lakukan rapat terlebih dahulu sebelum memulai. Sampai saat ini belum ditentukan waktu rapatnya. Hasil tahun kemarin dalam operasi tes urinE, para sopir di beberapa pool bus hasilnya nihil,” beber Heri Istu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Sukanta memastikan, pihaknya akan melakukan operasi mudik. Operasi ini untuk mengecek kesiapan kendaraan untuk arus mudik sekaligus para sopirnya.

“Tahun lalu juga sama melakukan pemeriksaan kepada para sopir supaya terhindar dari penggunaan obat-obatan. Jadi faktor kecelakaan terjadi selain karena ketidakberesan kendaraan juga terjadi karena dari manusianya. Ini yang kami waspadai,” kata Sukanta.

Tentu tak ingin adanya jatuh korban, upayanya adalah melakukan pencegahan dengan menggelar sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan bus yang ada di Tangsel. “Pemerintah memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan kepada penumpang agar mendapatkan hak keselamatan dalam berkendara.

Pemerintah tidak membiarkan. Pemerintah wajib melakukan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan,” tuturnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!