PAUD Anak Merdeka Bangun Karakter Anak dengan Cinta Tanah Air

Diterbitkan  Senin, 19 / 06 / 2017 11:47 - Berita Ini Sudah :  166 Dilihat

WISUDAWAN. Wisudawan PAUD Anak Merdeka foto bersama dengan Ananta Wahana (pakai peci hitam), Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, saat melepas mereka di kampus padepokan tersebut di Kampung Babakan Rt 01/06, Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, kemarin.

KELAPA DUA – Kecintaan pada tanah air harus diterapkan dalam Pendidikan Ana Usia Dini (PAUD). Sebab cinta tanah air itu salah satu upaya untuk membangun karakter anak bangsa.

Demikian dikatakan Ananta Wahana, Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, saat melepas anak-anak PAUD Anak Merdeka di padepokan tersebut di Kampung Babakan Rt 01/06, Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, kemarin.

“Mendidik anak bangsa agar mencintai tanah air itu sangat tepat. Memang pendidikan nasionalisme itu harus dimulai dari anak usia dini,” ungkap Ananta yang juga anggota DPRD Provinsi Banten ini.

Menurut Ananta, gerakan pendidikan yang dimulai dari membangun rasa cinta tanah air, termasuk di dalamnya menghargai jasa guru, jasa-jasa orang lain, dan hormat pada orang tua atau lebih tua, akan melahirkan generasi yang berkarakter.

“Pada anak-anak juga harus ditanamkan bagaimana memiliki jiwa sportivitas agar menjadi generasi yang memiliki integritas,” kata Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang ini.

Namun pendidikan usia dini juga lanjut Ananta, harus mengeksplorasi keterampilan peserta didik agar otaknya berkembang. “Kalau itu dimaksimalkan akan jadi luar biasa,” katanya.

Dia mengatakan, selama ini PAUD Anak Merdeka menyelengarakan pendidikan gratis dari mulai uang pendidikan, kegiatan bermain, rekreasi, makanan tambahan sampai buku dan seragam.

“Ke depan, padepokan tidak akan mampu melaksanakan pola pendidikan gratis lagi, karena semuanya sudah serba mahal. Orang tua, guru dan tokoh-tokoh sekitar padepokan perlu memikirkan jalan keluarnya. Kami juga akan terus berupaya secara maksimal agar bisa memenuhi keinginan masyarakat,” kilahnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) PAUD Anak Merdeka, Miss Mondang mengatakan pada tahun ajaran 2017 ini, anak-anak yang dilepas sebanyak delapan orang dari 20 anak didiknya yang ada saat ini.

“Mereka kami nyatakan lulus mengikuti PAUD, sementara yang lainnya belum bisa dilepas atau diwisuda karena belum cukup umurnya, dan harus dimantapkan kembali,” ungkap dia.

Miss Mondang menjelaskan, sekarang ini masuk Sekolah Dasar (SD) salah satu pertimbangan utamanya adalah umur, sedangkan baca tulis dan berhitung bukan menjadi tolok ukur utama.

“Pendidikan dasar karakter justru yang diutamakan agar kedepan menjadi generasi yang baik. Karena itu, mereka diajarkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” katanya.

Acara pelepasan anak-anak PAUD Anak Merdeka itu cukup meriah. Di awal acara anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Terima Kasih Guru, Kasih Ibu, dan Kapiten. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!