DPAD Kota Tangerang Seleksi Jawara Duta Baca

Diterbitkan  Rabu, 26 / 07 / 2017 23:45 - Berita Ini Sudah :  351 Dilihat

DEWAN JURI. Zaenal, Kepala Bidang Perpustakaan pada DPAD Kota Tangerang, berdialog dengan Dewan Juri Lomba Duta Baca tingkat SLTA se-Kota Tangerang yang digagas DPAD), kemarin.

TANGERANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang sedang menyeleksi tiga jawara Duta Baca. Mereka kelak bertugas menyebarkan virus minat baca dan cinta buku kepada masyarakat.

Pemilihan Duta Baca itu dikemas dalam Lomba Duta Baca tingkat SLTA se-Kota Tangerang yang digagas Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD). Lomba ini diikuti sebanyak 100 peserta. Mereka perwakilan dari sekolah masing-masing.

“Dari 100 peserta yang ikut lomba ini akan dipilih 10 orang. Mereka masuk tahapan final dan kemudian akan dipilih Juara 1, 2, dan 3,” ungkap Zaenal, Kepala Bidang Perpustakaan pada DPAD Kota Tangerang, di sela-sela lomba di Halaman Kantor DPAD, Jalan Nyi Mas Melati, Kota Tangerang, Senin (24/7).

Menurut Zaenal, lomba ini tidak ada kaitanya dengan lomba lanjutan tingkat propinsi atau pusat misalnya. Namun tidak menutup kemungkinan tiga orang juara itu dibutuhkan oleh propinsi dan pusat.

“Kalau memang dibutuhkan propinsi dan pusat, bisa saja kami kirim ke sana. Namun yang paling penting dari lomba ini, para juara itu harus menyebarkan virus minat baca kepada teman-temannya di sekolah dan lingkungan masyarakat,” katanya.

Zaenal berpendapat, jika para juara itu sudah bekerja menyebarkan virus minat baca, maka diharapkan minat baca dan kunjungan warga ke perpustakaan semakin meningkat, sehingga aktivitas membaca menjadi budaya di kalangan masyarakat.

“Untuk menunjang kerja-kerja mereka menyebarkan virus, DPAD juga memberikan insentif kepada mereka,” terang Zaenal.

Ketika ditanya bagaimana cara mereka menyebarkan virus minat baca itu, Zaenal mengatakan hal itu dikembalikan kepada para juara itu, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan sudah terpilih dalam Lomba Duta Baca.

Untuk melancarkan pemilihan lomba tersebut, menurut Zaenal pihak DPAD mendatangkan juri-juri profesional. Mereka berasal dari kalangan akademis dari universitas, Perpustakaan Nasional, dan ada guru. “Mereka independen,” ujarnya.

Ketika disinggung tentang katagori dan standarisasi penilain, Zaenal mengatakan bahwa salah satunya yang ditanyakan Dewan Juri kepada para peserta adalah berapa jumlah buku yang dibaca dalam setiap hari, dalam sebulan, dan hingga setahun. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!