PPP Belum Sikapi Pilbup Tangerang 2018

Diterbitkan  Kamis, 10 / 08 / 2017 1:55 - Berita Ini Sudah :  240 Dilihat

KURBAN. Anggota DPR RI Irgan Chairul Mahfidz menyerahkan hewan kurban berupa sapi secara simbolis kepada pengurus DPC Kota dan Kabupaten dan DPW PPP Provinsi Banten, di sela-sela Sosialisasi Undang-Undang Pemilu di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin. Turut hadir Wakil Ketua Umum DPP Mardiono.

KELAPA DUA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga saat ini belum menentukan sikap terkait Pemilihan Bupati (Pilbup) Tangerang yang akan dihelat pada tahun 2018 mendatang.

“PPP bisa mendukung petahana (Ahmed Zaki Iskandar), namun bisa juga mencalonkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati,” kata Ketua DPP PPP Irgan Chairul Mahfidz, usai acara sosialisasi Undang-Undang Pemilu di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.

Menurutnya, jika berdasarkan penilaian masyarakat kepemimpinan petahana sudah bugas, dan aspirasi masyarakat meminta PPP mendukung petahana, itu bisa dilakukan PPP.

“Partai itu kan untuk menampung aspirasi masyarakat juga. Jadi, kalau ada aspirasinya masyarakat seperti itu, ya PPP harus mendukung petahana,” terang Irgan, yang juga anggota DPR RI.

Namun demikian lanjut dia, PPP juga bisa saja mencalonkan paket calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, karena PPP saat ini sudah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Tangerang.

“Kalau mau mencalonkan paket tentu saja itu belumlah cukup dan harus melakukan koalisasi dengan partai-partai lain. PPP membutuhkan empat kursi lagi,” papar politisi senior ini.

Terkait hal itu lanjut Irgan, DPC PPP Kabupaten Tangerang masih membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Namun sampai saat ini belum ada yang daftar.

“Kami masih membuka pendaftaran bagi yang mau mencalonkan diri, baik dari internal maupun dari ekternal. Kami masih membuka kesempatan, pendaftaran belum ditutup,” ujarnya.

Di tempat yang sama Wakil Ketua Umum DPP PPP Mardiono secara tegas mengakui kekuatan Ahmed Zaki Iskandar sebagai Bupati Tangerang dalam perhelatan Pilbub tahun 2018 mendatang.

“Bisa saja melawan kotak kosong. Namun kalau melawan kotak kosong kurang baik untuk perkembangan demokrasi. Karena itu, perlu ada pasangan calon lain untuk bersaing dengan petahana,” katanya.

Ketika ditanya sejumlah wartawan siapa kira-kira yang bisa melakukan perlawanan terhadap kekuatan Zaki? Apakah PPP sudah menyiapkan calon? Mardiono tidak menjawab secara tegas.

Demikian halnya dengan Ketua DPC PPP Kabupaten Tangerang Naziel Fikri. Naziel yang disebut-sebut figur yang pantas sebagai calon Bupati Tangerang dari PPP, enggan berkomentar dan lebih banyak tertawa ketika ditanya wartawan.

Sementara itu, terkait dengan sosialisasi Undang-Undang Pemilu, PPP menghadirkan nara sumber kompeten, yakni anggota Pansus Undang-Undang Pemilu Ahmad Baedowi. Sosialisasi ini dihadiri pengurus PPP Kota, Kabupaten, dan Provinsi Banten.

Dalam kesempatan itu, Baedowi menjelaskan secara rinci tentang Undang-Undang Pemilu, seperti cara menghitung jumlah kursi legislatif di masing Daerah Pemilihan (Dapil), baik kota, kabupaten, dann propinsi maupun untuk tingkat pusat.

Anggota DPR dari Dapil Kabupaten Madura itu berharap, dengan sosialisasi itu seluruh pengurus dan kader PPP bisa lebih mengerti dan paham dengan Undang-Undang Pemilu yang baru disyahkan.

Namun dia juga mengatkan undang-undang itu masih rawan berubah, karena sampai saat ini ada partai, yakni Perindo, Partai Idaman dan PBB yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Gugatan itu terkait dengan pasal 173 (3) tentang verfikasi partai politik,” katanya.

Selain itu juga dia menjelaskan, Pemilu Legislatif tahun 2019 sangat berat bagi PPP karena bersamaan dengan Pemilu Presiden. “Itu memang berat, tapi itu harus disikapi sebagai tantangan,” ujarnya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!