Lomba Bercerita Bangun Karakter dan Minat Baca Siswa

Diterbitkan  Selasa, 15 / 08 / 2017 11:21 - Berita Ini Sudah :  254 Dilihat

TIGARAKSA – Tahun 2018 mendatang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Tangerang akan mengubah skema lomba bercerita, dengan cara melibatkan pendekatan perpustakaan kepada sekolah-sekolah di tingkat kecamatan. Tujuannya tetap untuk membangun karakter dan minat baca di kalangan siswa.

“Tahun 2018 mendatang, lomba bercerita akan kita wacanakan seperti itu. Nah, itu bisa dimulai dari pendekatan perpustakaan kecamatan,” ungkap Kepala DPAD Kabupaten Tangerang, Yusrizal kepada sejumlah wartawan di kantornya, baru-baru ini.

Ketika ditanya apa yang dimaksud dengan melibatkan kecamatan, menurut Yusrizal, bisa jadi lomba bercerita itu diawali dari perpustakaan tingkat kecamatan, kemudian dari tingkat perpustakaan kecamatan itu dilombakan di tingkat Kabupaten Tangerang.

“Bisa saja setelah sekolah-sekolah mendapat pendekatan dari perpustakaan kecamatan memiliki ekstra kurikuler bercerita yang berbasis lomba, sehingga yang dikirim ke tingkat perpustakaan kecamatan itu para juara di sekolahnya masing-masing,” katanya.

Perubahan skema lomba bercerita itu dijelaskan Yusrizal, semata-mata agar program lomba bercerita semakin bagus dibandingkan dengan lomba tahun-tahun sebelumnya. “Kita ingin menggelar program itu lebih baik atau lebih paripurna,” ujarnya.

Cara seperti itu juga sambung Yusrizal, untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan jumlah peserta lomba bercerita yang tidak maksimal. Namun apa pun kendalanya lomba bercerita tetap harus digelar pada tahun anggaran 2018 mendatang.

“Lomba bercerita itu sangat bagus untuk siswa-siswi SD dan SMP. Sebab lomba bercerita itu bisa membentuk karakter para siswa sekaligus sebagai upaya DPAD untuk terus membangun minat baca di kalangan para siswa,” ungkap Yusrizal.

Yusrizal memberi contoh, para siswa yang terlibat dalam lomba bercerita itu akan memiliki keberanian tampil di depan publik. Mereka juga memiliki mental untuk berkompetisi dengan baik dan daya kreativitas mereka akan terus terdorong.

“Cerita-cerita yang mereka tampilkan itu luar biasa. Mereka tampil berani, punya jiwa kompetisi, dan kreativitas mereka juga muncul, misalnya bagaimana membawakan cerita secara kreatif. Sekali lagi lomba bercerita itu bagus untuk membentuk karakter mereka,” ujarnya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!