Pojok Blandongan Budi Sabarudin


BENDERA TERBALIK DI MALAYSIA

Diterbitkan  Senin, 28 / 08 / 2017 10:27 - Berita Ini Sudah :  722 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Kelakuan orang Malaysia kadang menyebalkan. Salah satu contohnya, dalam buku panduan Sea Games 2017, bendera Indonesia dipasang terbalik menjadi putih merah. Padahal seharusnya merah putih.

Ironisnya lagi, dan ini luput dari perhatian kita, masih dalam Sea Games 2017, pada saat pembukaan event besar itu diputar lagu Rasa Sayange.

(baca Tribun Pontianak, 23 Agustus 2017). Aduh, padahal lagu itu hasil kreatifitas masyarakat Maluku.

Jauh sebelumnya, orang Malaysia ngaku-ngaku pulau Sipadan dan Ligitan dan membawanya ke Mahkamah Internasional. Di lembaga peradilan internasional itu Indonesia keok. Dua pulau itu akhirnya menjadi milik Malaysia. Kita bengong dan gigit jari.

Kita juga tidak lupa, orang Malaysia pernah bikin heboh. Lagu-lagu daerah Indonesia seperti Soleram, Injit-injit Semut dan lagu Anak Kambing, eh pernah diklaim mereka. Lucunya lagi, Reog Ponorogo milik masyarakat Jawa Timur, sempat direbut mereka.

Bahkan menurut Nasaruddin, wartawan Tribun Pontianak (Rabu, 23 Agustus 2017), tidak hanya itu.

Malaysia juga pernah mengklaim kesenian lain milik Indonesia, seperti Wayang kulit, Kuda Lumping, tari Pendet dan tari Piring. Termasuk Rendang dari Sumatera Barat dan Lumpia dari Semarang.

Kembali ke soal bendera yang dipasang terbalik itu, disengaja atau  tidak, tetap saja itu persoalan serius. Kenapa begitu? Karena bendera itu lambang, simbol, dan identitas bangsa Indonesia.

Dalam simbol itu ada harga diri dan martabat bangsa.

Dalam setiap tanggal 17 Agustus, bangsa ini merayakan Hari Kemerdekaan yang begitu ramai dan bahagia. Namun dalam Hari Kemerdekaan itu ada yang sangat sakral dan tidak boleh dibuat main-main, yakni menaikan dan menurunkan bendera Merah Putih.

Generasi muda yang tergabung dalam Paskibraka dilatih berbulan-bulan oleh para instruktur dari TNI Polri, bagaimana mereka menaikan dan menurunkan bendera Merah Putih dengan gagah dan sempurna. Mereka juga diajarkan bagaimana memperlakukan bendera dengan penuh etika dan rasa nasionalisme.

Dari kasus bedera terbalik itu, Pemerintah Indonesia semestinya mengambil langkah tegas dan bahkan keras.  Tunjukkan pada Malaysia, Indonesia punya martabat dan harga diri.  Jika tidak, maka bangsa ini selamanya akan menjadi bulan-bulanan pelecehan orang-orang Malaysia.  Kalau sudah begitu, ah akan di simpan di mana wajah negara besar ini? (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!