Seniman Kota Tangerang Sukseskan Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Diterbitkan  Sabtu, 02 / 09 / 2017 0:12 - Berita Ini Sudah :  379 Dilihat

KOORDINASI. Sejumlah seniman dari Kota Tangerang sedang berkunjung ke Dewan Kesenian Banten (DKB) di Pendopo Museum Banten, belum lama ini. Kunjungan terkait program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Mereka diterima Ketua DKB Cavcay Saefullah (Kiri). Seniman dari Kota Tangerang ini dipimpin Ketua Dewan Kesenian Kota (DKT) Tangerang Sujarwo (kanan).

TANGERANG – Dewan Kesenian Kota (DKT) Tangerang akan ambil bagian dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Program Kemendikbud Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian itu, akan digelar bulan September.

Demikian dijelaskan Ketua DKT Sujarwo kepada Tangsel Pos/Tangerang Pos di Sekretariat DKT di kawasan Perumahan Modernland, Kota Tangerang, baru-baru ini.

“Kami sudah menyiapkan seniman-seniman yang akan terlibat dalam program itu. Bahkan seniman-seniman itu sudah dikirim ke Dewan Kesenian Banten (DKB) untuk mendapatkan rekomendasi,” ungkap Sujarwo, yang biasa dipanggil Jarwo ini.

Menurut Jarwo program ini digagas Kemendikbud Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian. Namun jalur koordinasi untuk menyukseskan program di Provinsi Banten ditunjuk DKB. Dengan demikian DKT melakukan koordinasi dengan DKB.

Salah satu contohnya lanjut Jarwo, pemilihan-pemilihan seniman dari Kota Tangerang yang akan diikutsertakan dalam program ini harus dilaporkan terlebih dulu ke DKB, kemudian diverifikasi atau dikaji, dan akhirnya direkomendasikan oleh DKB.

Ketika ditanya siapa saja seniman-seniman yang diusulkan ke DKB, menurut Jarwo ada tujuh seniman yang sudah diusulkan ke DKB, yang sudah dinilai memiliki kompetensi dan kapasitas serta pengalaman untuk menyukseskan program GSMS tersebut.

Mereka adalah Suryanto ML (Seni Musik Modern), Made Suteja (Tari), Ekky (Seni Media Baru), Heri Harmanto (Seni Musik Religi), Budi Sabarudin (Seni Sastra), Jaya (Seni Rupa), dan Eb Magor Magor (Teater).

“Mereka juga akan didampingi asisten, yang akan membantu mereka menyiapkan silabus dan program Rencana Pelaksaan Pembelajaran. Para asisten itu juga memiliki kompetensi di bidangnya,” katanya.

Jarwo mengatakan ada tujuh sekolah yang akan dimasuki seniman dalam program tersebut, yakni SDN Karawaci 3, SDN Kebon Besar 2, SDN Jatake 4, SMA Alwasatiyah, SMK Nusantara, SMP Al Hasanah, dan SMP Kosgoro.

“Ini program nasional. Karena itu, program ini tidak hanya di Kota Tangernag saja, namun juga digulirkan di seluruh Provinsi Banten,” ujarnya.

Ketua DKB Cavcay Saefullah mengatakan program GSMS salah satu program yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah bersinergi untuk melatih seni budaya di sekolah jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Program ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Para siswa diharapkan dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seniman,” ujarnya.

Program ini lanjut dia, dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya, sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik.

Hasil kegiatan ekstrakurikuler ini nantinya, sambung Jarwo, dalam bentuk presentasi pameran atau pementasan dengan melibatkan publik seperti guru, tenaga pendidik, komite sekolah, masyarakat di sekitarnya untuk diapresiasi secara bersama.

Adapun materi materi GSMS ini meliputi Seni Pertunjukan (Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater), Seni Rupa, Seni Media Baru, dan Seni Sastra. “Program ini akan digelar selama tiga bulan sejak bulan September,” katanya.

Dijelaskannya, seniman yang menjadi pengajar dalam kegiatan GSMS ini merupakan seniman setempat. Kriterianya diantaranya seniman bukan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain itu juga seniman masih aktif berkesenian yang dibuktikan dengan rekomendasi dari lembaga kesenian setempat, seniman memiliki penampilan rapi dan sikap pedagogis.

“Seniman harus mampu membuat materi pembelajaran dan mempraktikannya. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan baik,” katanya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!