Ketua DPRD Kurban 27 Sapi Limosin

Diterbitkan  Selasa, 05 / 09 / 2017 0:13 - Berita Ini Sudah :  311 Dilihat

PEKERJA. Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mad Romli menyaksikan daging kurban yang sedang dipotong-potong oleh sejumlah pekerja di Desa Sindangsono, kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (1/9). Mad Romli kurban 27 ekor sapi limosin yang penyembelihan, pemotongan, dan pendistribusiannya melibatkan sekitar 100 orang.

SINDANGJAYA – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mad Romli piawai sekali memotong hewan kurban. Hal itu terlihat saat politisi Partai Golkar itu memotong salah satu sapi dari 27 ekor sapi limosin pada Hari Raya Idul Adha.

“Saya biasa motong sapi buat kurban,” ungkap Mad Romli kepada sejumlah wartawan, usai motong hewan kurban di Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (1/9).

Usai motong sapi itu, kemeja putih Mad Romli penuh dengan bercak darah. Bahkan darah hewan kurban itu juga muncrat ke wajahnya. “Tidak ada apa-apa. Insya Allah ini saksi di akherat nanti,” paparnya.

Lebih jauh Mad Romli mengatakan memotong atau menyembelih hewan kurban memiliki kepuasaan tersendiri. “Sapi itu tenaganya besar. Jadi, kalau motong tenaga harus kuat,” terangnya.

Pada Hari Raya Idhul Adha tahun 2017 ini, diakuinya kurban sebanyak 27 ekor sapi limosin yang dipesan dari Jawa Tengah. “Saya pesan sapi dari Jawa Tengah, yang dikirim dengan truk besar,” terangnya.

Menurut dia, puluhan sapi yang dipotong itu diperkirakan bisa terkumpul hingga 5.000 kantong. “Itu akan saya bagikan kepada warga yang berhak di tiga kecamatan Sindang Jaya, Pasar Kemis, dan Rajeg,” katanya.

Mad Romli mengatakan, setiap tahun tidak pernah tidak kurban. Hal itu untuk berbagi kebahagiaan kepada warga kurang mampu. Pada tahun 2016 misalnya, Mad Romli kurban 25 sapi. “Puluhan sapi itu dibeli dari kantong pribadi saya,” urai Mad Romli.

Mad Romli juga menjelaskan memaknai kurban pada Hari Raya Idul Adha itu sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT, karena berqurban perintah Allah SWT kepada umat Islam yang mampu.

Berkurban itu dikatakan Mad Romli ada dalam sejarah Nabi Ibrahim AS. Saat itu Nabi Ibrahim diperintahkan langsung oleh Allah SWT menyembelih anak kesayanganya yang bernama Ismail.

“Saat itu Nabi Ibrahim diuji kesabarannya. Begitupun Ismail. Namun mereka rela karena itu bagian dari perintah Allah SWT. Namun apa yang terjadi? Saat Ismail mau disembelih ternyata Allah menggantikannya dengan seekor kambing,” ucapnya.

Menurut Mad Romli, kurban itu memiliki makna yang dalam bagi kehidupan manusia. Salah satunya memiliki makna sosial, yakni saling berbagi kepada sesama terutama bagi yang membutuhkan. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!