Ali Taher Nilai Pemutaran Film G30S/PKI Untuk Edukasi

Diterbitkan  Jumat, 29 / 09 / 2017 23:54 - Berita Ini Sudah :  1404 Dilihat

SOSIALISASI DAPIL. Ketua Komisi 8 DPR RI Ali Taher sedang menyampaikan empat pilar kebangsaan dan bahaya G30S/PKI kepada ratusan warga, dalam acara Sosialisasi Daerah Pemilihan Banten III di Kampung Gembor RT 03/01, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (29/9).

JATIUWUNG – Film G30S/PKI yang belakangan ini banyak diputar di kalangan masyarakat sesungguhnya sebagai upaya edukasi kepada generasi muda agar memiliki kesadaran berbangsa.

Demikian dikatakan Ketua Komisi 8 DPR RI Ali Taher, usai Sosialisasi Daerah Pemilihan Banten III di Kampung Gembor RT 03/01, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (29/9).

“Film itu untuk membangun edukasi, membangun kesadaran berbangsa di kalangan generasi muda. Mereka harus sadar betul bahaya laten komunis itu selalu ada di negeri ini,” ungkapnya.

Menurut Ali Taher, generasi muda sebagai pewaris generasi muda harus memahami bahwa G30S/PKI itu bertentangan dengan ideologi Pancasila, dengan agama, dan dengan budaya.

“Jelas sekali, G30S/PKI juga sangat bertenganyan dengan nilai-nilai kehidupan kebangsaan kita. Itu harus diwaspadai generasi muda,” ujar polisiti senior dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketika ditanya terkait Menteri Pendidikan Muhajir yang melarang anak-anak menonton film G30S/PKI, menurut Ali Taher, hal itu juga dalam perspektif untuk melakukan edukasi.

Namun lanjut dia, banyak fakta menunjukan generasi muda saat ini tidak paham tentang lahirnya G30S/PKI. Karena itu, perlu ada upaya untuk menahan berkembangnya ideologi G30S/PKI.

“Secara historis memang ada fakta G30S/PKI. PKI tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. PKI juga telah melakukan kejahatan beberapa kali seperti membunuh para ustadz dan kiai. Padahal yang mereka ajarkan itu mengaji,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, kalau kemudian anak-anak diberikan kesempatan menonton film G30S/PKI harus mendapat pendampingan dari orang tuanya, atau dari orang yang lebih dewasa.

“Sejak dini harus ada penanaman nilai-nilai terhadap anak-anak sebagai upaya pembentukan karakter. Pembentukan karakter seperti itu akan lebih melekat karena berpenagruh pada pikirannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Ali Taher menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republi Indonesia (NKRI), dan Bhinekar Tunggal Ika.

Sementara, Sosialisasi Daerah Pemilihan Banten III itu diikuti ratusan peserta. Mereka datang dari kalangan ibu-ibu, orang tua, guru-guru, majelis taklim, mahasiswa, dan kader-kader PAN. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!