Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Pesta OTT

Diterbitkan  Jumat, 29 / 09 / 2017 23:57 - Berita Ini Sudah :  1314 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi pesta Operasi Tangkap Tangan (OTT) para perampok uang negara atau uang rakyat. Salah satunya sebut saja misalnya Walikota Batu Edi Rumpoko.

Setelah Edi Rumpuko, Walikota Cilegon Tubagus Iman Aryadi. Lantas, Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) Rita Widyasari. Selain itu, Walikota Tegal Siti Masitha, ditangkap juga oleh KPK.

Mereka ditangkap KPK karena melakukan korupsi. Modus mereka merampok uang rakyat beragam. Namun umumnya mereka meminta komisi dari proyek-proyek di lingkungan pemerintahan yang mereka pimpin.

Jauh sebelumnya sudah banyak juga orang-orang penting, orang-orang yang punya jabatan mentereng, dan orang-orang yang dianggap terhormat, dan orang-orang yang punya banyak duit, kena OTT juga oleh KPK.

Lantas siapa lagi pejabat yang akan kena OTT KPK? Ya, tinggal menunggu waktu, tinggal menunggu giliran, dan tinggal nyomot saja. Toh, KPK sebetulnya sudah punya daftar hitam pejabat korup, baik itu hasil kajian KPK maupun hasil laporan masyarakat.

Namun bagi saya, mendengar pejabat kena OTT, bisa gembira bisa juga sedih. Gembiranya para perampok itu bisa dikenai hukuman, namun sedihnya itu menunjukan korupsi di kalangan pejabat masih tumbuh subur dan masih tetap marak.

Sebetulnya sejak KPK dibentuk sudah banyak sekali pejabat yang kena OTT dan bahkan sudah banyak juga yang dijebloskan ke penjara dan sampai saat ini masih ada yang mendekam di sana. Hal itu semestinya harus menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya.

Mereka harus insaf dan tobat, dan kemudian meninggalkan jauh-jauh praktik korupsi itu. Namun nyatanya tidak demikian. Toh masih saja ada pejabat yang nekad melakukan korupsi dan akibatnya kena OTT.

Mungkin, pada saat mereka sedang melakukan korupsi, mereka yakin tidak akan kena OTT KPK.

Iman Aryadi misalnya, semestinya bercermin pada Tubagus Aat Syafaat, ayahnya yang ketika menjabat Walikota Cilegon ditangkap juga karena koruspi. Atau bercermin pada Atut Chosiyah, Gubernur Banten yang ditangkap karena korupsi juga.

Kalau dilihat lebih jauh, sebetulnya mereka yang melakukan korupsi itu bukan orang susah, dan bukan orang yang tidak punya duit. Iman Aryadi misalnya, kekayaannya mencapai Rp 21 Miliar, sedangkan Edi Rumpoko tercatat sekitar Rp 19 Miliar lebih.

Jadi kurang apalagi kekayaan mereka. Uang sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk hidup mereka hingga beberapa keturunannya. Uang yang menumpuk sebanyak itu juga sudah lebih dari cukup dipakai berlibur ke mana mereka suka.

Namun mengapa para pejabat itu masih korupsi juga? Jawabannya sederhana banget, mereka adalah pejabat-pejabat rakus akan harta dan gelap mata jika melihat uang yang bisa dikorupsi.

Wahai KPK, ayo teruskan Pesta OTT-nya!(*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!