Jurnalistik Bentuk Karaktek Siswa Istimewa

Diterbitkan  Kamis, 12 / 10 / 2017 11:20 - Berita Ini Sudah :  258 Dilihat

MAJALAH DINDING. Siswa SMP Muhammadiyah 22 Setiabudhi Pamulang, Tangerang Selatan, sedang membuat majalah dinding dalam acara pelatihan jurnalistik di sekolah tersebut, kemarin. Pelatihan ini bagian dari gerakan literasi di sekolah tersebut.

PAMULANG – Tulisan yang baik bisa mempengaruhi dan menginspirasi para pembaca dalam mengambil keputusan atau tindakan yang positif.

Aktivitas menulis juga bisa dijadikan salah satu cara untuk membentuk siswa-siswi menjadi insan-insan yang berkarakter, yakni siswa yang memiliki pribadi-pribadi istimewa.

Hal itu dikatakan Redaktur Tangsel Pos, Budi Sabarudin, saat menjadi narasumber dalam pelatihan jurnalilstik di SMP Muhammadiyah 22 Setiabudhi, Pamulang Tangsel, Rabu (10/10/2017) siang.

Budi memberi contoh tentang tulisan kesehatan yang ditulis pakar-pakar kesehatan, baik di media maupun dalam bentuk buku.

“Tulisan cara merawat kesehatan jantung, itu bisa menginspirasi seseorang atau pembaca melakukan tindakan positif, seperti merawat jantung mereka agar tetap sehat,” ungkap Budi yang juga pencerita atau pendongeng keliling ini.

Dalam kesempatan itu Budi juga menyampaikan salah satu produk tulisan yang umumnya dibaca oleh para pembaca, yang mengacu pada teori jurnalistik klasik.

“Cobalah cari dan gali tentang sesuatu yang unik dalam hidup ini. Setelah ada dan lengkap bahan-bahannya, lalu tulislah. Sebab tulisan yang unik itu dicari dan cenderung dibaca oleh pembaca,” terangnya.

Usai memaparkan tentang pentingnya arti sebuah tulisan yang menginspirasi pembaca itu, Budi juga menyinggung produk tulisan yang bisa membentuk siswa menjadi pribadi istimewa.

“Untuk melahirkan sebuah tulisan itu dibutuhkan disiplin tinggi dan kuat. Nah, kalau aktivitas menulis dilakukan siswa, maka sikap disiplin itu akan tertanam dalam diri siswa. Kalau siswa sudah disiplin, tentu siswa itu akan menjadi pribadi istimewa,” ujarnya.

Usai mendengarkan pemaparan tentang pentingnya produk tulisan dan pengaruh aktivitas menulis, puluhan siswa yang berjumlah sekitar 60 orang itu, kemudian praktek membuat majalah dinding.

Selama 30 menit para siswa kelas 7 dan 8 sibuk membuat majalah dinding dari stereoform. Mereka bekerja sesuai kelompok masing-masing dan masing-masing siswa di dalam kelompok itu berbagi tugas atau peran.

Diantara mereka ada yang bertugas menjadi ilustrator, menjadi penulis untuk mengisi kontennya, dan ada juga yang membuat pernak-pernik untuk menghiasi majalah dinding agar menjadi tiga dimensi, seperti dengan menggunakan gunting, spidol, dan lem kertas.

Pantauan di lokasi, para siswa antusias mengikuti pelatihan jurnalistik. Mereka mampu membuat majalah dinding sesuai waktu yang telag ditentukan.

“Majalah dinding karya siawa bagus-bagus, mereka kreatif,” urai Budi.

Usai pelatihan, para siswa juga diberi hiburan spesial oleh Budi dengan pertunjukan dongeng fabel. Budi membawakan dongeng secara natural, jenaka, dan mirip monolog dalam teater modern. Kisah dongeng ditampilkan dengan pendekatan bentuk teater tradisi.

Kepala SMP Muhammadiyah 22 Setiabudhi Pamulang, Muhammad Sofyan, M.Pd., mengatakan pelatihan jurnalistik salah satu materi meramaikan sekaligus memperingati Bulan Bahasa yang jatuh pada setiap bulan Oktober.

“Materi jurnalistik saat ini difokuskan membuat majalah dinding. Produk majalah dinding dengan segala konten dan kemasannya itu diharapkan bisa memotivasi siswa-siswi menjadi pribadi-pribadi yang lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Ditambahkan Sofyan, pelatihan jurnalistik kali ini juga menjadi bagian dari gerakan literasi yang sudah dibangun di sekolahnya, yakni menerapkan pembiasaan membaca dan menulis kepada para siswa.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!