Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Pahlawan Koruptor

Diterbitkan  Jumat, 10 / 11 / 2017 22:51 - Berita Ini Sudah :  318 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Tak terasa, di tahun 2017 ini sudah memasuki tanggal 10 November lagi. Pada tanggal itu biasanya dikait-kaitkan dengan sesuatu yang penuh semangat, perjuangan, pengorbanan, heroisme, dan kebangsaan.

Pokoknya pada tanggal itu, di negeri ini, seolah-olah tidak ada kata-kata cengeng-cengeng dan lembek-lembek, apalagi yang berbau pesimis atau patah semangat lagi. Mengapa? Ya, karena pada tanggal itu sudah ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Asyik.

Harus diakui, kalau dilihat dari perjalanan bangsa dan negara ini, kita memang punya pahlawan atau seseorang yang dinilai paling berjasa pada eksistensi dan kemajuan bangsa dan negara ini. Mereka itu orang-orang jempolan yang dicatat dalam sejarah sepanjang masa.

Di Tangerang misalnya ada pahlawan bernama Mayor Daan Mogot, kemudian ada Mohamad Toha di Bandung. Selain itu juga Presiden RI yang pertama Ir Soekarno. Tak ketinggalan Muhammad Hatta yang dulu mendampingi Soekarno sebagai Wakil Presiden.

Sesungguhnya masih banyak nama pahlawan yang berjasa kepada bangsa dan negara ini. Nama-nama di atas sekedar menyebut contoh saja, karena subtansi kepahlawan itu tidak terbatas pada kepahlawanan melawan penjajahan atau mengusir kolonial saja.

Pahlawan di bidang-bidang lain juga ada. Sebut saja misalnya pahlawan di bidang olahraga, ilmu pengetahuan, seni dan budaya, lingkungan, penelitian, kesehatan, pendidikan dan teknologi serta penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tapi masihkah seksi membicarakan soal pahlawan dan kepahlawan di era kekinian ini? Oh, tentu saja iya, karena sesungguhnya pahlawan itu memiliki makna yang sangat dalam dan luas, yang diantaranya adalah pelajaran, pengalaman, dan keteladanan.

Nah, dari pahlawan-pahlawan itulah kita musti belajar secara tawadhu; bagaimana mencintai, berjuang dam berkorban untuk bangsa dan negara ini. Tentu mereka melakukan semua itu dengan penuh kejujuran, keikhlasan, dan tanpa minta dipuja-puji serta imbalan apa-apa dari bangsa dan negara ini.

Sebab mereka mah punya jiwa kebangsaan dan nasionalisme yang begitu kuat dan kokoh.

Namun sayangnya, orang-orang seperti itu, di negara ini sudah semakin jarang saja. Malah sebaliknya banyak orang bertopeng. Mereka pekerjaannya hanya mencari dan mencari keuntungan belaka dari bangsa dan negara ini. Salah satu contohnya ya koruptor-koruptor itu.

Modus koruptor itu, kalau dia seseorang yang punya jabatan atau pemimpin misalnya, biasanya punya misi keren ingin memakmurkan dan mensejahterahkan rakyat. Namun itu sebetulnya hanya topeng, akting, dan pura-pura saja, karena tujuan utamanya sih pencitraan dan mengeruk keuntungan secara sembunyi-sembunyi.

Kok bisa begitu? Ya, apalagi kalau buat modal nyalon lagi jadi pemimpin. Aihhh itu mah pahlawan koruptor atuh….(*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!