Hubert Leo Latih Warga Rusunawa Waduk Pluit Bertanam Hidroponik

Diterbitkan  Minggu, 12 / 11 / 2017 23:36 - Berita Ini Sudah :  215 Dilihat

Hubert Leo memberikan peLatihan cara bertanam sistem hidroponik kepada puluhan warga Rusunawa Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu (24/10/2017).

JAKARTA – Puluhan warga penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Waduk Pluit, Jakarta mendapat pelatihan gratis cara bertanam hidroponik dari Hubert Leo, siswa Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/10/2017).

Lokasi pelatihan digelar di halaman Rusunawa Blok 12. Saat itu cuaca sedang terik-teriknya. Tenda yang dipasang panitia pun seakan-akan tidak mampu menghalau panas di siang itu. Namun puluhan warga tetap antusias mendengarkan penjelasan tanaman hidroponik dari Hubert, Pendiri Drops For Crops.

Dalam kesempatan tersebut, Hubert menjelaskan kepada warga yang umumnya ibu-ibu, bagaimana menyemai bibit, memindahkan bibit ke pot dan ke paralon yang sudah dilubangi dan diisi air. Penjelasan Hubert juga dilengkapi gambar-gambar tanaman hidroponik dalam berbagai cara penanamannya.

Sebut misalnya tanaman hidroponik yang dibuat dari media bambu dan botol-botol bekas. Namun ada juga menggunakan media paralon. Selain itu, ada tanaman hidroponik yang bisa digantung seperti di dinding-dinding rumah dan tanaman hidroponik yang lebih modern dengan paralon seperti di atas apartemen.

Menurut Hubert tanaman hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit, namun hasilnya maksimal. Selain itu, hasil tanamannya juga sehat.

Tanaman hidroponik juga tumbuh lebih cepat , bergizi, dan daunnya besar-besar.

Karena itu, lanjut Hubert, cara bertanam hidroponik sangat cocok untuk zaman sekarang disaat lahan-lahan pertanian semakin lama semakin menyusut. “Tanaman hidroponik itu tentu tidak membutuhkan lahan-lahan luas seperti pertanian konvensional,” tuturnya.

Usai menggelar pelatihan, Hubert kemudian meresmikan tanaman hidroponik di halaman belakang Rusunawa Blok 12 tersebut. Tanaman hidroponik itu disumbangkan secara cuma-cuma oleh Hubert untuk ibu-ibu warga rusunawa tersebut.

Hubert berharap tanaman hidroponik itu dipelihara dan dirawat dengan baik agar tumbuh dengan baik pula dan bisa dipanen oleh ibu-ibu. Namun setelah panen tentu saja tanaman hidropinik itu harus dilanjutkan penanamannya dan dijadikan pekerjaan serius sehingga bisa menambah perekonomian keluarga.

Marsudi, salah satu pakar hidroponik yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan apa yang dilakukan Hubert sangat positif bagi masyarakat saat ini, karena bertani hidroponik apabila ditekuni akan membantu perekonomian masyarakat.

Hubert Leo (kanan) bersama pakar hidroponik, Marsudi (tengah) dan Ketua Posyandu Kenanga 5, Muhayati (kiri), memegang plang peresmian sistem bertanam hidroponik di Rusunawa Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu (24/10/2017).

“Tanaman hidroponik sangat strategis untuk zaman sekarang ini. Paling tidak tanaman hidroponik itu untuk kebutuhan keluarga. Namun bisa juga dijual dari mulai lingkungan terkecil sampai lingkungan masyarakat yang lebih luas lagi,” ucapnya.

Marsudi mengatakan tanaman hidroponik, berikut dengan peralatannya yang disumbangkan Hubert kepada ibu-ibu, tentu saja sangat bermanfaat dan menguntungkan mereka. Rangka tanaman hidroponik itu masih memungkinkan ditambah dua paralon lagi.

“Tanaman hidroponik yang disumbangkan Hubert kepada ibu-ibu bisa dipanen dalam tiga bulan, dengan pendapatan per bulan bisa mencapai Rp 3 juta. Namun tentu tanaman-tanamanan hidroponik itu harus dirawat,” ungkap dia kepada wartawan.

Pada rangka tanaman hidroponik itu terdapat paralon yang sudah dilubangi sebanyak 480 lubang. Lubang itu bisa ditanami berbagai jenis sayuran seperti kangkung, dan jenis sayur lainnya.

Marsudi juga mengatakan, dirinya sudah bekerja di bidang sosial selama 10 tahun. Namun sampai saat tidak menemukan sosok anak muda seperti Hubert yang mau terjun di bidang sosial, seperti memberikan pelatihan-pelatihan cara bertanam hidroponik kepada berbagai kalangan masyarakat.

“Selama pengalaman saya, semua kegiatan sosial lebih memberikan donasi dan tidak pernah bantuan berupa pendidikan sekaligus memberikan seperangkat fasilitas penuh. Penerima dapat bantuan dan dapat ilmu dengan seperangkat fasilitas, sehingga dapat diteruskan berproduksi serta dapat meneruskan untuk penghasilan keuangan yang dapat dimanfaatkan terus menerus,” katanya.

Puluhan warga antusias menyaksikan instalasi sistem tanaman hidroponik di Rusunawa Waduk Pluit di Blok 12, Jakarta, Sabtu (24/10/2017).

“Saya juga tidak menemukan anak sekolah seperti Hubert yang mau melakukan kerja-kerja sosial, khususnya memberikan pelatihan hidroponik secara gratis kepada berbagai kalangan masyarakat,” paparnya.

Butar Butar, Kepala Pelayanan Rusunawa Pluit dan Muara Baru, mengatakan pelatihan hidroponik yang disampaikan Hubert kepada warga rusunawa sangat baik dan positif. “Pelatihan-pelatihan semacam ini menambah wawasan warga rusunawa,” katanya.

Dia berharap pelatihan-pelatihan semacam ini bisa terus berlanjut dan bersinergi agar warga rusunawa memiliki keterampilan dan kemampuan, khususnya di bidang tanaman hidroponik.

“Saya menyambut baik kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya, menegaskan.

Muhayati, salah satu peserta pelatihan yang juga Ketua Posyandu Kenanga 5, mengaku bersyukur mendapat pelatihan cara menanam dengan sistem hidroponik. “Saya bersama-sama ibu-ibu posyandu akan mengembangkan tanaman hidroponik yang disumbangkan Hubert,” terangnya.

Ketua RW 17 Rusunawa Waduk Pluit H Kustara mengatakan pelatihan tanaman hidroponik yang diberikan Hubert kepada warga rusunawa diyakini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan warganya. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!