Program Sanitren Bakal Jadi Program Unggulan Pemkab Tangerang

Diterbitkan  Selasa, 14 / 11 / 2017 23:34 - Berita Ini Sudah :  209 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

TIGARAKSA – Kondisi sanitasi dan air bersih pondok pesantren (Ponpes) Salafi yang kerap memperihatinkan akhirnya akan diatasi Pemkab Tangerang melalui program Sanitasi Pesantren (Sanitren).

Program yang awalnya digagas beranjak dari keprihatinan Pemerintah Daerah atas buruknya kualitas sanitasi sebagian besar Ponpes Salafi di Kabupaten Tangerang yang jumlahnya mencapai sekitar 1.000 ponpes.

Khoirun Huda, Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang kepada awak media mengatakan selama ini pemda terhambat memberikan bantuan kepada ponpes karena secara struktural berada di bawah Kementrian Agama.

“Selama ini pemda berargumen ponpes menjadi domain pemerintah pusat. Ini yang coba kemudian di carikan terobosan sehingga akhirnya ponpes mendapat bantuan dari pemda,” ujarnya disela-sela kegiatan pelatihan survey program Sanitren di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Senin (13/11).

Huda juga mengatakan, sekitar dua tahun gagasan tersebut terus didiskusikan dengan Bappeda, sampai akhirnya ditemukan formulasi mekanisme pemberian bantuan tersebut.

Saat ini, pihaknya membantu Bappeda melakukan survey kondisi faktual pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang yang melibatkan International NGO Forum on Indoneisan Development (INFID), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif melakukan advokasi pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Develepment Goals (SGDs).

“Target keenam SDGS adalah air bersih dan sanitasi yang layak, sehingga INFID sangat mendukung program Sanitren ini,” tambahnya.

Sementara itu, Erwin Mawardy, Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah pada Bappeda Kabupaten Tangerang mengatakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Tangerang tahun 2018, Bappeda sudah mengganggarkan sekitar Rp 6 Miliar untuk program Sanitren.

Dari jumlah tersebut, satu pesantren akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 60 juta untuk membangun fasilitas mandi, cuci dan toilet serta sarana air bersih.

“Kalau satu ponpes stimulannya kurang lebih Rp 60 juta, paling tidak ada seratus ponpes di tahun 2018 yang dapat program sanitren,” ujarnya.

Sanitren, tambah Erwin akan menjadi salah satu program unggulan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang pasca terpilihnya pasangan Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilkada tahun 2018 mendatang.

“Saat pembahasan dengan DPRD pun tidak ada resistensi sama sekali, tinggal tunggu finalisasi RAPBD, DPRD juga sepakat Sanitren jadi program unggulan,” terangnya.

Terkait dengan formulasi realisasi program tersebut, Erwin menjelaskan pihaknya menggandeng Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tangerang, Pemkab Tangerang memberikan hibah kepada institusi tersebut yang kemudian didistribusikan kepada ponpes yang sudah diseleksi oleh tim teknis.

“Jadi secara aturan hukum tidak ada yang dilanggar,” tukasnya. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!