Sayap Kata Komunitas Ditegur Petugas Taman

Diterbitkan  Kamis, 23 / 11 / 2017 11:18 - Berita Ini Sudah :  472 Dilihat

DEPROK BACA. Sejumlah pengunjung memanfaatkan buku-buku yang disediakan Sayap Kata Komunitas dalam kegiatan Deprok Baca di Taman Prestasi, Kota Tangerang, baru-baru ini.

TANGERANG – Meski sempat ditegur berkali-kali petugas taman, namun anggota Sayap Kata Komunitas akan terus menggelar Deprok Baca di sejumlah taman di Kota Tangerang secara massif.

Hal itu ditegaskan Koordinator Sayap Kata Komunitas Syahrian kepada Tangerang Pos/Tangsel Pos, saat menggelar Deprol baca di Taman Prestasi, Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang, belum lama ini.

“Kami sempat ditegur petugas taman, katanya kegiatan kami harus ada izin dari dinas terkait,” ungkap Syahrian, yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Univesitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Menurutnya, Deprok Baca bertujuan untuk membangun literasi di Kota Tangerang. “Kami betul-betul ingin berkontribusi membangun dunia literasi di Kota Tangerang dengan menggelar Deprok Baca,” katanya.

Karena itu, lanjut Syahrian, semestinya komunitas tidak harus direpotkan dengan urusan izin, namun sebaliknya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membantu memudahkan kegiatan literasi semacam ini.

Dijelaskannya, Deprok Baca digelar satu minggu sekali dengan cara berpindah-pindah dari taman yang satu ke taman yang lain yang ada di Kota Tangerang, sedangkan buku yang disediakn sebanyak 150 buku.

“Buku-buku yang kami sediakan sebanyak 100 sampai 150 buku. Itu rata-rata koleksi anggota Sayap Kata Komunitas. Di Deprok Baca juga, pengunjung selain bisa membaca, juga meminjam buku,” katanya.

Menurutnya, Sayap Kata Komunitas juga satu kali sebulan biasa menggelar kajian atau diskusi. Pada bulan November lalu misalnya menggelar diskusi tentang generasi di tepi Danau Cipondoh.

Bulan Desember mendatang rencananya akan menghadiran narasumber seorang pendongeng yang juga jurnalis Budi Sabarudin.

“Setelah diskusi akan dilanjutkan dengan pertunjukan dongeng oleh Kang Budi.Gerakan literasi memnag tidak bisa mengabaikan dongeng, karena dongeng tidak bisa dipisahkan dari kegiatan literasi,” paparnya.

Sayap Kata Komunitas dijelaskan Syahrian, mengusung tiga pilar, yakni creativity. Maksudnya setiap anggota komunitas didorong untuk melahirkan berbagai kreativitas sesuai dengan bidang yang ditekuni.

Selain itu, ada pilar ekologi yang bertujuan membangun sikap menghargai, menghormati, dan melestarikan lingkungan. Hal itu perlu dilakukan karena hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan.

“Dengan pilar ekologi ini, kami ingin mewariskan alam yang baik dan alam yang tidak rusak kepada generasi mendatang. Kami sudah memiliki agenda-agenda untuk melestarikan lingkungan,” ucapnya.

Terakhir pilar humanity, yakni semua anggota Sayap Kata Komunitas peduli terhadap isu-isu kemanusiaan. “Kami misalnya ingin membangun gerakan menggunakan gadget secara bijaksana,” katanya.

Gerakan itu menurutnya teramat penting, karena generasi saat ini sudah menjadi generasi yang individualis. “Itu disebabkan penggunanan gadget. Gadget itu berdampak pada sikap individualis,” katanya.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!