Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Kawan, OTT Lagi

Diterbitkan  Sabtu, 02 / 12 / 2017 0:12 - Berita Ini Sudah :  1884 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Kawan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini yang kena OTT para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Selasa (28/11/2017).

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada wartawan di Jakarta, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Erwan Malik, Asisten Daerah (Asda) III Saipudin, dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Arfan, dan anggota DPRD Supriono.

Masih menurut Basaria, dalam OTT itu Saipudin dan Supriono melakukan pertemuan sekitar pukul 14.00 Wib. Supriono keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil milik Saipudin. Saat keluar dari mobil, Supriono membawa kantong plastik warna hitam.

Ketika mereka ditangkap petugas KPK, bungkusan itu berisi uang Rp 400 juta yang baru diserahkan Saipudin. KPK melanjutkan OTT dan sukses menyita uang Rp 4,7 miliar. Jumlah itu sebagian dari total uang suap sebesar Rp 6 miliar.

“KPK menduga para pejabat Pemprov Jambi menyuap anggota DPRD Jambi agar anggota DPRD bersedia menghadiri rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Jambi tahun 2018,” kata Basaria.

Kawan, bicara soal OTT oleh KPK di negeri ini, memang sepertinya tidak akan ada habis-habisnya. Setelah OTT yang satu, KPK sudah siap-siap melakukan OTT kedua. Jadi begitu seterusnya. Jadi, siapa lagi yang akan kena OTT KPK? Rasanya tinggal tunggul waktu, tinggal tunggu giliran.

Memang, selama anak bangsa di negeri ini masih doyan banget dengan uang korupsi, masih senang mencuri uang rakyat, dan masih mau makan uang-uang haram buat anak, istri, dan keluarganya, sudah pasti KPK akan melakukan OTT, OTT lagi, dan OTT terus.

Kawan, ketika KPK melakukan OTT, dan faktanya yang kena OTT itu umumnya pejabat pemerintah. Apakah sudah sedemikian rusak moral para pejabat pemerintah kita? Apakah mereka tidak belajar pada para pejabat yang kena OTT-OTT sebelumnya? Apakah mereka sudah tidak takut lagi hidup dalam penjara? Apakah mereka tidak takut dosa?

Entahlah kawan. Yang jelas, sebagai anak bangsa yang mencintai negeri ini dan para pahlawannya, saya merasa prihatin, karena yang jelas perilaku korup itu membuktikan para pejabat bangsa ini sedang mengalami kemerosotan dan kemunduruan moral. Suka tidak suka, mental mereka benar-benar bobrok.(*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!