Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Menanti Setya Novanto Bernyanyi

Diterbitkan  Sabtu, 16 / 12 / 2017 0:42 - Berita Ini Sudah :  2464 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Sidang praperadilan korupsi kelas kakap e-KTP dengan tersangka politisi Golkar Setya Novanto diputus gugur oleh hakim tunggal Kusno di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Nah, setelah sidang praperadilan ini gugur, maka sidang-sidang Novanto berikutnya yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di PN Jakarta Pusat itu, rupanya bakal lebih ramai, menarik, seru, dan menghebohkan negeri ini.

Alasannya, korupsi e-KTP yang dikabarkan merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 Triliun itu, sangat tidak mungkin dilakukan Novanto sendirian. Lazimnya, modus korupsi besar di Indonesia dilakukan secara kelompok, kroni, dan bancakan.

Sekarang, maukah atau beranikan mantan Ketua DPR RI, bernyanyi selama dalam persidangan, ya misalnya menyebutkan siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut? Atau siapa-siapa saja yang menerima jatah dari korupsi e-KTP itu?

Entahlah semua itu berpulang kepada Novanto sendiri. Namun secara logika, kalau seseorang itu melakukan kejahatan secara bersama-sama, tentu ia tak ingin masuk penjara sendirian. Biasa mereka ingin “masuk” bersama-sama pula.

Begitulah, setiap kejahatan yang dilakukan bersama-sama, biasanya risikonya harus ditanggung bersama-sama pula. Apalagi korupsi e-KTP itu termasuk dalam kategori mega korupsi.

Dan lazimnya korupsi akbar itu, modusnya tidak sederhana. Para pelakunya sudah pasti sudah merancang jauh-jauh hari dan secara matang pula dengan melibatkan banyak orang penting, dan sangat tidak mungkin dilakukan hanya seorang diri.

Memang sekarang sudah ada terdakwa lain, sekedar menyebut contoh, misalnya Andi Narogong yang sidangnya sekarang sudah berjalan. Namun seperti disebut-sebut sebelumnya, diduga masih banyak yang terlibat dalam kasus itu.

Kita hanya bisa berharap, dari kursi terdakwa Novanto bisa bernyanyi merdu. Dengan demikian siapa-siapa saja yang melakukan kejahatan tidak ditutup-tutupi, disembunyikan, atau diselamatkan. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!