Supermarket Simpan Ikan Makarel di Gudang

Diterbitkan  Kamis, 05 / 04 / 2018 22:51 - Berita Ini Sudah :  275 Dilihat

SIDAK MAKAREL DI TANGSEL: Petugas Gabungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) provinsi Banten, Dinas Kesehatan dan Disperindag kota Tangsel mengecek makanan kaleng saat Sidak Produk Ikan Makarel di Swalayan, BSD, Kamis (5/4). Sidak tersebut untuk mengantisipasi peredaran 27 produk makanan kaleng makarel yang sebelumnya telah ditarik peredaraannya oleh BPOM pusat karena diduga mengandung cacing jenis Anikasis Sp

SERPONG-Sejumlah supermarket dan pasar modern di Kota Tangsel dirazia, kemarin. Ini terkait beredarnya ikan makarel kemasan kaleng yang mengandung cacing parasit.

Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang mendatangi satu per satu supermarket seperti, Giant BSD, Superindo Teraskota, dan Pasar Modern BSD.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana menjelaskan, inspeksi mendadak (sidak) ini  untuk memantau apakah masih ada ikan makarel yang dijual bebas. “Untuk di Giant BSD, ikan makarel tersebut sudah tidak ada di display, dan sudah dikemas untuk diretur di gudang,”ungkap Maya.

Maya mengimbau untuk segera diproses sisa merk yang sedang menunggu retur dari pihak pengelola. Dan pihak Grocery Manager Giant BSD Pardingotan Limbong langsung menjawab  dari 27 merk ikan makarel yang sudah ditarik oleh menejemen, tersisa 5 merk yang sedang menunggu proses retur.

“Sudah ada 22 merk ikan makarel yang sudah tinggal proses retur saja dari pihak sana, seluruh 27 merk sudah tidak kami pajang di etalasi, tapi ada di gudang,” ujar Pardingotan.

Menurutnya, pihak Giant langsung menarik penjualan 27 merk ikan makarel tersebut ketika surat keluar dari BPOM pada 28 Maret 2018.

Setelah dari Giant, sidak bergeser ke Superindo Teraskota. Sama seperti di Giant, di Superindo sudah menarik 27 merk ikan makarel dari display, dan dalam proses retur.

“Sudah kami packing kalengnya, tinggal tunggu diambil oleh pihak sana dan minta retur saja,” ujar Dita, manajer Superindo.

Dari pantauan terdapat tujuh buah kardus berisi penuh ikan makarel tersebut yang siap ambil. Terbukti dari dua supermarket raksasa tersebut tidak ditemukan indikasi dijualnya ikan makarel dalam kaleng yang dijual di etalase.

Sementara di Pasar Modern BSD, tim menemukan ada 8 kaleng yang masih dipajang di display, dan Disperindag meminta untuk ditarik agar tidak dijual ke konsumen.

Juju, pedagang di Pasar Modern BSD mengatakan, dirinya tidak tahu soal makarel itu mengandung cacing. makanya masih menyimpannya di display toko. “Saya baru tahu, makanya saya langsung turunkan dari display,”singkatnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!