50 Ton per Hari Diolah Jadi 1.036 Liter Solar


Investor Australia Lirik Sampah Plastik

Diterbitkan  Senin, 09 / 04 / 2018 23:03 - Berita Ini Sudah :  258 Dilihat

CIPUTAT-Salah satu perusahaan Australia melirik Kota Tangsel dan Kota Tangerang sebagai tempat pengolahan sampah plastik menjadi solar. Investor tersebut membutuhkan lahan seluas 2 hektar untuk mengolah 50 ton sampah per harinya.

Belum lama ini, Pemkot Tangsel dan Pemkot Tangerang diundang menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) dengan pemerintah pusat yang dihadiri pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kota Tangerang. Pertemuan ini membahas rencana perusahaan Australia berminat membuka pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yepi Suherman mengungkapkan, Rakor tersebut sudah dilakukan tiga kali, sebelumnya digelar di Kementerian. “Kota Tangsel sedang gencar-gencarnya mencari solusi untuk memecahkan persoalan sampah yang ada. Makanya pemerintah pusat berkomunikasi untuk bisa diterapkan di Kota Tangsel atau Kota Tangerang, terkait pengolahan sampah plastik menjadi solar ini,” kata Yepi saat dihubungi Minggu (8/4).

Kendati pertemuan sudah berjalan tiga kali, namun belum satupun baik Kota Tangsel maupun Kota Tangerang menyatakan siap bersedia. Dua kota ini masih membahas dan merundingkan karena apa yang ditawarkan dari perusahaan Australia itu harus bisa bermanfaat untuk Kota Tangsel ataupun Kota Tangerang. Misalnya saja menjadi pertimbangan Kota Tangsel, perusahaan Australia butuh lahan seluas 2 hektar, sementara Tangsel lahannya sudah sempit.

“Sebetulnya jika memang lahannya ada, mereka inginnya cepat jika memang sudah siap, dua bulan sudah mulai persiapan FS dilanjut dengan DED setelah menentukan titik lokasi. Pengerjaan memakan waktu selama sembilan bulan sehingga 2019 bisa digunakan,” tambah Yepi.

Pemkot Tangsel pada dasarnya sangat tertarik, hanya saja jangan hanya sampah plastik yang diolah, perlu dihabiskan untuk sampah organik juga. Akhirnya muncul gagasan bagaimana jika Kota Tangerang juga bisa mengirimkan sampah plastik ke Tangsel untuk mencukupi target pengolahan di empat titik masing-masing 50 ton per hari sedangkan organik sampah Tangsel dikirim ke Kota Tangerang.

“Satu mesin atau satu titik tempat kapasitasnya 50 ton per hari, sedangkan satu ton sampah plastik mampu menghasilkan 1.063 liter solar. Kami memberikan gagasan bagaimana jika sampah organik bisa dikirim ke Kota Tangerang dan Kota Tangerang bisa kirim yang plastik ke Tangsel,” bebernya.

Yepi menambahkan, hanya saja di Kota Tangerang ada kebijakan tidak boleh menerima sampah dari luar wilayahnya. Akhirnya ada saran jika memang terealisasi dapat direvisi Perda yang mengatur tentang sampah. Sehingga Kota Tangerang dapat menerima sampah organik dari Tangsel dan bisa mengirim sampah plastik ke Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, pada dasarnya pengolahan sampah mau cara apapun sepakat yang terpenting sampah dapat diselesaikan persoalannya. Memang mau tidak mau pengolahan sampah harus menggunakan alat atau teknologi supaya habis.

“Kami pemerintah daerah menanti kebijakan aturan pusat supaya bisa terkorelasi dengan kebijakan pemerintah daerah. Tujuanya untuk menyelesaikan persoalan sampah karena masing-masing daerah memiliki regulias berbeda-beda soal penanganan sampah,” ujar Benyamin.(din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!