Perbanyak Stok Komoditas Jelang Ramadan

Diterbitkan  Senin, 09 / 04 / 2018 23:18 - Berita Ini Sudah :  187 Dilihat

SERPONG-Jelang ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangsel menggelar rapat koordinasi di Serpong, kemarin. Pertemuan itu membahas strategi mengatasi lonjakan harga, baik jangka pendek dan panjang.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyampaikan, jelang Ramadan biasanya terjadi lonjakan harga disebabkan permintaan pasar meningkat, sehingga mempengaruhi kondisi pasar. Solusinya memperbanyak stok komoditas, jika stoknya cukup lonjakan dapat diminimalisir.

“Solusi jangka panjang memaksimalkan urban farming untuk komoditas cabe dan sayur-sayuran. Jika ini dimaksimalkan di semua kecamatan, mampu menekan inflasi di pasaran karena permintaan tidak melonjak cukup memanen hasil tanaman sendiri,” tuturnya.

Airin pun meminta kepada seluruh camat melaporkan program urban farming setiap bulannya. Gagasan ini juga pernah dia sampaikan saat meresmikian Gang Berseri di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, tahun lalu. Program urban farming mesti dikembangkan dan dikelola secara serius agar masyarakat bisa menikmati hasil panen.

“Supaya peningkatannya jelas, kami meminta kepada seluruh camat melaporkan setiap bulan perkembangan di wilayah. Harus fokus supaya program ini benar-benar berjalan,” tambah ia.

Kabag Perekonomian Kota Tangsel, Wijaya Kusuma menyampaikan, ada dua hal dari hasil rapat TPID itu. Pertama, mengatasi inflasi disebabkan menipisnya stok komoditas dengan cara memperbanyak stok. Cara ini dapat menekan inflasi yang tidak terkontrol biasa dimainkan oleh pasar. Campur tangan pemerintah daerah tidak bisa totallitas, tapi menekan dengan perbanyak stok sangat mampu.

“Pertama menyediakan stok komoditas agar jelang Ramadan inflasi dapat dikendalikan. Kedua menerima rekomendasi dari banyak narasumber yang datang seperti penguatan daerah untuk suplai  pasokan komoditas, karena Tangsel net konsumen, semua komoditas disuplai dari daerah-daerah. Agar lebih maksimal, maka perlu kerjasama langsung dengan basis produksi,” tambahnya.

Kapolres Tangsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferdy Irawan menyampaikan sesuai dengan tugas kepolisian akan mengawal pasokan komoditas di Tangsel. Terjadinya inflasi terkadang selain permintaan meningkat, terkadang momen ini dimanfaatkan para tengkulak untuk menimbun barang sehingga kerap terjadi kelangkaan pasokan.

“Salah satu menjaga pasokan dan menjaga distribusi supaya tidak ada distorsi dalam hal ini menjaga agar tidak ada penimbunan. Terkadang ada saja yang memanfaatkan momen-momen seperti ini dan perlu diawasi,” tambahnya.

Sedangkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel, Achmad Widyanto menjelaskan, dari hasil pendataan pasar-pasar, rumah-rumah, sekolah sebagai responden selama tiga bulan terakhir terjadi inflasi sebesar 0,3 persen. Inflasi ini terbilang cukup tinggi kendati dalam iklim yang stabil, tapi harus diwaspadai.

“Sebetulnya masih standar dengan terjadinya inflasi tiga bulan terakhir, jika dilihat dari stok kecukupan komoditas. Mengapa, karena Tangsel bukan sebagai produksi atau penghasil komoditas meskipun masih ada sawah-sawah,” tukasnya.

BPS bertugas memberikan proteksi baik yang telah atau akan dilakukan. Dari dua aspek, hanya satu yang dapat diintervensi oleh pemerintah daerah, pertama komodistas seperti bumbu-bumbuan atau beras meski bukan penghasil hortikultura tapi dengan memperbanyak stok dapat menekan hukum pasar ketika terjadi lonjakan.

Sedangkan aspek kedua, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif dasar listrik. Dua jenis ini tidak dapat diintervensi kendati terjadi sentimen pasar dan memicu inflasi pada komoditas, dan transportasi. “Kalau bumbu-bumbuan dan beras permintah daerah bisa ditekan harga melalui stok perbanyak. Tapi kalau BBM naik dan tarif dasar listrik naik Pemerintah daerah tak berdaya sebab harganya sudah kebijakan pemerintah pusat,” pesannya.

Berdasarkan silkus tahunan inflasi, terjadi puncak dua pekan sebelum Ramadan, kemudian mengalami penuruan dua pekan saat Ramadan. Pada akhir Ramadan jelang Idul Fitri siklusnya kembali melonjak hingga usai lebaran baru mulai stabil kembali. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!