Diprediksi Ada 3. 793 TPS di Kota Tangsel pada Pemilu 2019

Diterbitkan  Rabu, 11 / 04 / 2018 19:18 - Berita Ini Sudah :  303 Dilihat

SERPONG-Setelah daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kota Tangsel ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, kini KPU Kota Tangsel mulai fokus memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan dari prediksi KPU Kota Tangsel, jumlah TPS untuk Pemilu 2019 nanti akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumah TPS pada Pemilu sebelumnya yakni, sekitar 2.245 TPS.

Ketua KPU Kota Tangsel, Moh Subhan mengatakan, bahwa prediksi tersebut dihitung berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Tangsel pada Pemilihan Gubernur 2017 lalu sebanyak 881,382 pemilih.

“Saat ini petugas tengah fokus melakukan pemetaan TPS yang ada di Kota Tangsel, dan dari prediksi kami jika mengacu pada jumlah DPT Kota Tangsel pada Pilgub lalu, jumlah TPS bertambah cukup banyak. Dan dari data perkiraan kami sementara untuk Pemilu 2019 nanti akan ada sekitar 3.793 TPS di Kota Tangsel,” ungkapnya.

Subhan juga mengatakann, bertambahnya jumlah TPS tersebut, karena adanya regulasi baru yang ada di dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018, bahwa jumlah maksimal untuk satu TPS itu kini harus 300 pemilih.

“Sedangkan jumlah maksimal satu TPS pada Pemilu sebelumnya itu sebanyak 800 pemilih. Mungkin diatur jumlah maksimalnya sedikit, karena Pemilih kali ini berbarengan antar Pemilihan Presiden dengan Pemilihan Legislatif,” ungkapnya.

Menurut Subhan, dengan bersamaannya Pipres dan Pileg tersebut, jika jumlah pemilih terlalu banyak di satu TPS maka bisa memakan waktu yang sangat lama pada saat proses pemungutan dan perhitungan suara nanti.

“Kalau jumlah pemilihnya senditi, prosesnya pun akan cepat selesai, dan panitia pun tidak akan terlalu dibuat rumit jika pemilih pada satu TPS itu dibatas hanya 300,” ungkapnya.

Anggota KPU Kota Tangsel, Ahmad Mudjahid Zein mengatakan, dalam pemetaannya nanti banyak hal yang menjadi pertimbangan penyelanggara untuk menentukan lokasi satu TPS ke TPS yang lainnya.

“Pertimbangan geografis menjadi persoalan utama, terlebih lagi di Kota Tangsel ini banyak batasan-batasan antara perumahan elit dan pemukiman. Sehingga ini harus benar-benar kami pertimbangkan dengan serius,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, dalam pembentukan TPS juga tidak diperbolehkan menggabungkan kelurahan, misalnya satu TPS terdapat ada pemilih dari dua kelurahan yang berbeda.

“Jadi satu TPS itu ya hanya khususnya untuk warga yang sama kelurahannya, jangan sampai nanti satu TPS ada pemilih yang berbeda kelurahan, ini yang kami hindari. Dan banyak pertimbangan lainnya dalam pemetaan TPS ini,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!