Mutasi Puluhan Pejabat Pemkot


Retno Jadi Asda, Toto ke Lingkungan Hidup

Diterbitkan  Rabu, 11 / 04 / 2018 19:08 - Berita Ini Sudah :  248 Dilihat

CIPUTAT-Puluhan pejabat Pemkot Tangsel dimutasi di Balaikota, Ciputat, kemarin sore. Kepala Disdukcapil Toto Sudarto menempati posisi baru sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan Retno Prawati dari Dinas Pekerjaan Umum digeser menjadi Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Posisi Toto sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) digantikan Dedi Budiawan yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli walikota.

Sementara, Uus Kusnadi menggantikan Mathodah sebagai kepala Inspektorat. Jabatan Uus sebelumnya yakni, Asda 2.

Untuk pejabat eselon 4 yang dilantik di antaranya, Kepala Puskesmas Pondok Jagung Muhamad Rusmin, Kepala Puskesmas Lengkong Wetan dijabat oleh RR Sulestiorini, Puskesmas Kranggan dijabat oleh Suherman, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) dijabat oleh Dian Marisa.

“Dari pelantikan pejabat ini, ada yang perlu disampaikan. Bahwa kita memiliki sistem pemerintahan yang tidak mengambil jarak dengan masyarakat. Jadi saya ingin tegaskan jika jabatan yang saat ini dikukuhkan merupakan amanat dalam memberikan pelayanan kepada masayarakat,” ujar Airin dalam pelantikan tersebut.

Dia menambahkan, seluruh pejabat yang saat dilantik untuk tidak hanya bekerja di balik meja atau di atas kursi saja. Melainkan turun ke lapangan untuk mengkaji program apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Airin menegaskan, pejabat bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di Kota Tangsel. “Karena itu saya minta kepada para pejabat yang dilantik saat ini untuk bisa mengetahui peristiwa-peristiwa yang ada,” katanya.

Airin pun menjelaskan bagi pejabat yang bekerja di ruang lingkup pemerintahan Kota Tangsel untuk mengingat prinsip kerja Tiga Jangan.

“Yakni jangan menunggu perintah atasan, jangan menunggu diawasi dan jangan selalu meminta arahan dari atasan,” kata ibu dua anak itu.

Setiap pejabat sudah dijelaskan apa saja tupoksi yang dimiliki. Serta program apa saja yang sudah ditetapkan. Jadi seharusnya pekerjaan yang ada harus segara dilaksanakan, tanpa menunggu arahan.

“Masalahnya, seringkali pekerjaan terhambat dengan alasan menunggu arahan bapak atau ibu pimpinan. Padahal seharusnya, pejabat yang ada bisa menunjukan penanganan sebuah masalah. Karena memang bapak ibu dilantik untuk itu,” terang Airin.

Airin menerangkan, jika jabatan bukanlah sesuatu yang diinginkan, dikehendaki ataupun diminta. Melainkan amanah yang seharusnya sudah bisa diperkirakan sebelumnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!