Pentingnya Pencatatan Akta Perkawinan dan Perceraian


Disdukcapil Lakukan Dialog Interaktif dengan Pemuka Agama

Diterbitkan  Kamis, 12 / 04 / 2018 21:01 - Berita Ini Sudah :  230 Dilihat

CIPUTAT-Untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat pentingnya kepemilikan akta perkawinan dan perceraian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar dialog interaktif dengan pemuka agama bertempat di Aula Pemkot, Ciputat, Tangsel, Kamis (12/4).
Kepala Disdukcapil Tangsel, Dedi Budiawan, mengatakan bahwa untuk mengurus keperluan pencatatan sipil di Disdukcapil biayanya gratis.  “Menurut undang-undang RI nomer 1 Tahun 1974 tentang perkawinan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa,” ungkap Dedi.
Lanjutnya, perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Pada azasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami,” ungkapnya.
Menurutnya, perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan peraturan per undang undangan wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana di tempat penduduk berdomisili paling lambat 60 hari sejak tanggal perkawinan.
“Setelah dilaporkan, pejabat pencatatan sipil mencatat pada register akta perkawinan dan menerbitkan kutipan akta perkawinan. Yang kemudian kutipan akta perkawinan diberikan kepada suami istri,” bebernya.
Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Sri Mulyani tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan  pengetahuan kepada masyarakat betapa pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan baik dokumen akta perkawinan maupun perceraian.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari pemuka agama, sekretariat rumah ibadah pada lima agama yakni protestan, katolik, hindu, budha dan konghucu.
Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian Filipe Da Kosta, menjelaskan, selama ini masih banyak masyarakat yang tidak mencatatkan pernikahannya di Disdukcapil, karena mereka pikir untuk mencatatkan perkawinan dan perceraian mengeluarkan uang besar, padahal pelayanan disdukcapil semua gratis.
“Masih rendahnya pencatatan inilah yang membuat kita membuat dialog ketokoh agama, agar menyampaikan kepada masyarakat luas, jika sudah menikah di gereja atau tempat lainnya, maka wajib mencatatkan perkawinan tersebut ke disdukcapil,”katanya.(irm)
SOSIALISASI. Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan (tengah) saat memberikan arahan dalam kegiatan dialog interaktif dengan pemuka agama, Kamis (13/4). (Demysanjaya/Tangselpos)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!