Pantau Harga, Belajar Bahasa Inggris, dan Rapat Cukup Download


Pemkot Launching Tiga Aplikasi

Diterbitkan  Kamis, 12 / 04 / 2018 22:51 - Berita Ini Sudah :  167 Dilihat

CIPUTAT-Masyarakat Kota Tangsel semakin dipermudah dalam pelayanan. Pemkot melaunching tiga aplikasi sekaligus di Balaikota, Ciputat, kemarin. Ketiga aplikasi itu yakni, aplikasi pantau harga, Tangsel belajar, dan ruang rapat online.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengapresiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) atas apa yang sudah dilakukan dengan pembuatan tiga aplikasi ini. Hal tersebut merupakan implementasi dari visi Kota Tangsel yaitu, terwujudnya Tangsel Kota cerdas, berkualitas, berdaya saing, berbasis teknologi, dan inovasi.

“Kita ketahui bersama bahwa inovasi sudah menjadi kebutuhan instansi pemerintah guna meningkatkan kinerja pelayanan kepada publik. Secara umum, salah satu agenda prioritas pemerintah kita, baik di pusat dan daerah adalah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas,”ungkapnya.

Teknologi dan inovasi bukan lagi sebagai sebuah pilihan. Namun sudah menjadi sebuah keharusan. Teknologi dan inovasi harus dapat diwujudkan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkualitas kepada masyarakat. “Masyarakat saat ini sudah memiliki pemahaman yang luas, mereka sangat kritis terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah,”kata Airin.

Aplikasi Tangsel belajar, masyarakat bisa memanfaatkan untuk belajar bahasa Inggris, sedangkan untuk aplikasi pantau harga pasar, aplikasi ini terkoneksi dengan Bank Indonesia, sehingga masyarakat bisa mengecek harga pasar tidak hanya harga komoditi yang ada di Tangsel saja, namun juga keseluruhan harga pasar yang ada di Indonesia.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Tangsel, Fuad mengungkapkan, aplikasi Tangsel belajar merupakan aplikasi bahasa Inggris yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara online, mereka bisa belajar dengan guru yang benar melalui aplikasi web maupun handphone.

Sedangkan aplikasi pantau harga, merupakan pengecekan harga komoditi yang ada di pasar, masyarakat bisa mengecek langsung secara online. Sementara, aplikasi rapat online merupakan aplikasi internal yaitu mengetahui ruangan rapat mana saja yang bisa dipakai dan yang tidak bisa dipakai. “Diharapkan dengan aplikasi ini tidak adalagi kendala dalam penggunaan ruang rapat,”singkatnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel,Taryono mengungkapkan, Tangsel belajar ini merupakan aplikasi yang kontennya belajar bahasa Inggris. “Di Asia kita berada di urutan ke lima, sehingga ini menjadi latar belakang kita membuat Tangsel belajar, agar masyarakat bisa belajar bahasa Inggris,”ungkapnya.

Dengan Tangsel belajar meningkatkan komunikasi bicara, dengan one on one video call tutor, dengan tutor dari Amerika dan Afrika Selatan. “Dengan Tangsel belajar jamnya bisa diatur, kelas bisa dicancel mendadak, sesuai dengan kebutuhan kita, dan murid ya 5-12 smpai 15 orang untuk satu tutor, diharapkan 2019 ini ada 1.500 peserta dengan 100 tutor,”katanya.

Taryono menjelaskan untuk menggunakan aplikasi Tangsel belajar harus download aplikasi belajar dan mendaftar dengan menggunakan KTP Tangsel karena hanya orang Tangsel yang bisa menggunakan.

Sedangkan, Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengungkapkan, aplikasi pantau pasar Tangsel lahir dari amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Perdagangan.

 

“Masyarakat belum dapat mengakses informasi secara langsung dan realtime terhadap harga komoditi, dan kurang terintegrasinya informasi harga sehingga berpengaruh terhadap kestabilan harga pangan,”ungkapnya.

Tujuan aplikasi ini menyediakan informasi harga komoditi yang mudah, akurat dan reliable. Yang akan ditampilkan dalam sistem ini yakni 21 komoditi barang kebutuhan pokok dengan 35 varian.

Di 2017 masih menggunakan sistem manual yang dipantau 3 pasar, untuk tahun ini dengan 6 pasar yang menjual 21 komoditi dengan 35 varian. “Pemantauan 6 pasar, harga dipantau oleh surveyor, dikirim data secara online kepada tim verifikasi, sehingga harga kebutuhan pokok bisa di publish,”katanya.

Keenam pasar itu yakni, Pasar Ciputat, Pasar Serpong, Pasar Jengkol, Pasar Cimanggis, Pasar Jombang, dan Pasar Bintaro 2. Kriteria responden atau pedagang yang ditanyai mengenai harga yakni, pedagang pasar tradisional yang tetap dan tidak berpindah-pindah, yang menjual 21 komoditi dan yang dapat memberikan harga yang jujur.

Sedangkan petugas adalah pegawai Disperindag, dan waktu pantau dari pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB, dan dilakukan selama lima kali harga realtime.

Untuk aplikasi pantau pasar ini ada tiga bentuk yakni web based, mobile Android dan mobile ios. Aplikasi ini terkoneksi dengan Bank Indonesia dan juga terkoneksi dengan Kementerian Perdagangan.

Untuk aplikasi ruang rapat online, Kepala Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Kota Tangel, Abdul Aziz, mengungkapkan, aplikasi ini digunakan untuk reservasi OPD yang ingin menggunakan ruang rapat di Balaikoya.” Dengan aplikasi ini bisa lebih cepat mengetahui ruang rapat yang bisa digunakan, dengan informasi jadwal yang ada,” tukasnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!