LDNU Ajak Para Dai Melek Saham

Diterbitkan  Minggu, 15 / 04 / 2018 21:01 - Berita Ini Sudah :  185 Dilihat

CIPUTAT– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) mengajak para ustad atau Dai melek terhadap pasar modal, termasuk aktif dalam saham secara syariah. Dengan melek saham tersebut dapat meningkatkan kembali ekonomi para Dai.

Dalam mengajak para dai, LDNU menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) dan IPOT Syariah, untuk memberikan para Dai tata cara investasi atau trading saham secara syiariah di pasar modal yang berbasis syariah.

Kegiatan dikemas melalui pelatihan dan seminar yang digelar di Aula kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Fatah, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, kemarin itu dan mendatangkan langsung  Sekretaris LD-PBNU, Bukhori Muslim, Ketua STIT Daarul Fatah Tangsel, Paniran,  serta hadir pula perwakilan dari PT. Indoprimer Sekuritas dan BEI.

Para pembicara mensosialisasikan pentingnya para Dai agar ikut serta aktivitas pasar modal secara syariah, juga tentang keuntungan yang didapatkan dari binis saham secara syariah tersebut.

“Kita mendidik para ustad/dai untuk ikut andil dalam trading saham syariah yakni sebuah program jual beli saham,” ujar Sekretaris LD PBNU Buchori Muslim.

Dia juga mengatakan, maksud dan tujuan program ini untuk membantu dan mengajak para dai untuk lebih kreatif terutama dalam memanajameni keuangan mereka.

“Jadi, ketika kita berdakwah tidak lagi memikirkan honor, karena sudah memiliki income dari hasil saham,” ujarnya.

Selain hukumnya sah dan mempunyai payung hukum seperti yang tertuang dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN), juga ada syarat untuk mengikuti jual beli saham di antaranya, para dai harus memiliki modal (uang), handphone Android dan jaringan dakwah.

“Bursa saham syariah lembaga resmi pasar saham di bawah BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otorotas Jasa Keuangan) milik pemerintah,” ujarnya

Di juga menegaskan, sudah saatnya ekonomi warga nahdliyin bangkit dalam memperkokoh ekonomi nasional. “Warga NU selain mempertahankan NKRI harga mati sudah mulai juga berfikir menjadi saham NKRI,” ujarnya.

Perwakilan dari BEI, Haikal, mengatakan, perlunya investasi, khususnya investasi di pasar modal, karena lebih menguntungkan dibanding sekedar menabung. “Walaupun kita tetap menabung, tetapi investasi mulai sekarang lebih diutamakan. karena manfaat yang diambil lebih besar,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, para  investor saham yang dikelola BEI sebanyak hampir Rp 1.000 triliun tersebut, 70 % masih merupakan investor asing. Sehingga bursa syariah dianggap sebuah trobosan.

“Bursa syariah sebuah terobosan membuka peluang bagi masyarakat kecil dengan 100 ribu bisa akses ikut di bursa saham, dan tentunya kami sangat mendukung program dari LDNU ini,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!