6.000 Miras Dimusnahkan Polres


Toko Kelontong Jual Miras Marak di Pondok Aren

Diterbitkan  Minggu, 15 / 04 / 2018 22:34 - Berita Ini Sudah :  202 Dilihat

PEMUSNAHAN MINUMAN OPLOSAN: Polres Tangerang Selatan memperlihatkan para tersangka dan minuman keras oplosan dalam rilis pemusnahan minum keras oplosan di Polres Tangerang Selatan, Kemarin. Botol-botol miras dimusnahkan dengan cara dilindas dengan mesin penggiling. Polres Metro Tangerang Selatan memusnahkan 6.000 botol miras oplosan dari hasil operasi selama 10 hari terakhir. Miras oplosan di berbagai daerah sudah memakan lebih dari 100 orang meninggal dunia dan di Tangerang Selatan sudah 2 orang yang meninggal.

SERPONG-Sepuluh hari menggelar operasi, Polres Tangsel bersama Satpol PP mengamankan sekitar 6.000 botol minuman keras (miras). Ribuan miras itu dimusnahkan di halaman Mapolres Tangsel, Jumat (13/4) lalu.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menerangkan, pemusnahan 6 ribu botol miras ini merupakan hasil operasi yang dilakukan selama 10 hari yang dilakukan 8 Polsek dan Satpol PP Tangsel.

“Terkait maraknya miras oplosan ada 6.000 botol dalam operasi selama 10 hari terakhir. Terakhir ada dua warga kami di Ciputat yang meninggal karena miras oplosan,” kata dia didamping Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dan Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel Bima Suprayoga di Mapolres Tangsel.

Diungkapkan Ferdy, Kota Tangsel sendiri telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pelarangan peredaran miras di 6 wilayah kecamatan. “Perdanya sendiri sudah ada, memang ini menjadi perhatian kami dan Satpol PP untuk meniadakan peredaran miras,” jelasnya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengungkapkan, Kota Tangsel sudah memiliki Perda  terhadap pelarangan peredaran miras. “Ini bentuk komitmen bersama baik Pemkot Tangsel maupun Polres Tangsel untuk pemberantasan peredaran miras dan miras oplosan. Pemkot sangat mendukung penegakan hukum ini,”ungkapnya.

Bahkan Wakil Walikota menghimbau agar anak-anak muda jangan mencoba-coba meminum minuman keras ini. “Kami bersama dengan Satpol PP terus melakukan razia terhadap penyakit masyarakat ini,”singkatnya.

Sementara, salah satu warga Pondok Aren, Rojali menerangkan, masih banyak warung atau toko yang menjual miras yang luput dari operasi. Dia menerangkan, di wilayah Pondok Kacang Timur sangat banyak warung kelontong yang menjual miras secara bebas dan pembelinya adalah anak-anak muda.

“Seharusnya, toko kelontong itu juga dirazia. Polisi jangan tebang pilih. Hampir setiap malam, toko kelontong yang jual miras di Pondok Kacang selalu dipenuhi pembeli yang rata-rata anak muda,” jelasnya.

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!