MTQ Jangan Cuma Seremonial

Diterbitkan  Senin, 16 / 04 / 2018 23:28 - Berita Ini Sudah :  145 Dilihat

SERANG-Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berharap pagelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) xv 2018 jangan hanya jadi seremoni, tapi juga penghayatan terhadap Al Quran.

Hal itu diungkapkan Wahidin saat membuka MTQ Provinsi Banten XV 2018, Senin (16/4) malam. Acara pembukaan berlangsung semarak di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang.

“Kita bertanya kepada diri kita mengapa Al Quran tidak lagi menjadi tontonan dan tuntunan di tengah gempuran teknologi informasi hari ini,” kata Wahidin.

Ia juga bercerita pengalamannya waktu kecil saat menghadiri MTQ. Ia harus bersusah payah ke Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. “Tapi saya puas karena bisa mendengar lantunan ayat Al Quran. Kita menghayati Al Quran sarat makna tanpa sadar sore sampai tertidur di gedung yang megah itu. Menyatu antara pikiran dan hati kita,” tuturnya.

Lebih lanjut Wahidin juga berharap para hakim yang terlibat dalam penjurian agar bersikap profesional. “Jadilah hakim yang adil,” imbuhnya.

Ketua Pelaksana MTQ Banten XV 2018, Sholeh Hidayat mengatakan, tujuan dari pelaksanaan MTQ utamanya mempererat ukhuwah Islamiyah. Namun, untuk mendukung acara tersebut perlu adanya sinergisitas antara pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan.

“Dimaksudkan pula (MTQ-red) untuk mendapatkan qori-qoriah terbaik mewakili MTQ Tingkat Nasional dan Internasional,” katanya.

Sholeh menjelaskan, kegiatan MTQ yang difokuskan di KP3B, Curug, Kota Serang ini melibatkan 444 peserta dari sembilan cabang yang dilombakan dengan melibatkan 161 dewan hakim.

Rektor Untirta itu mengungkapkan, dalam pendaftaran peserta LPTQ Banten menjadi pioner penerapan e-MTQ secara nasional dan mendapatkan apresiasi dari   Kementrian Agama.

Selain itu, untuk memeriahkan acara MTQ pihaknya bekerjasama dengan pemprov Banten menyajikan hasil kreativitas rakyat.

“Pameran dan pasar rakyat untuk menyosialisasikan UMKM hasil binaan Pemprov Banten,” katanya.

 Sebelum pembukaan MTQ, Pemprov Banten menggelar Istighosah dan Khataman Al Quran di Masjid Al-Bantani , KP3B,Curug,Kota Serang. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Sekretaris Daerah (Sekda) Ranta Soeharta, Kepala OPD, ASN dan pegawai dilingkungan Pemprov Banten serta kiyai, ulama dan tokoh agama. Istighosah dipimpin oleh KH Abuya Muhtadi Dimyati dari Cadasari, Kabupaten Pandegelang.

“Istighosah itu mengkanalisasi sebagai jalan keluar dari tekanan dari himpitan dan kesulitan yang kita hadapi. Banyak-banyak beristigfar,” kata Gubernur Wahidin.

Kepada para pegawai, Gubernur Wahidin  juga mengingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah. Karena, kata WH sapaan akrab Gubernur, orang yang bersyukur merupakan salah satu ciri-ciri orang yang beriman. “Ketika kita dapat kesulitan kuncinya sabar, karena sabar akan menyempurnakan ibadah kita.  Begitu kita dapat kemudahan maka bersyukurlah kepda Allah SWT, dua hal inilah yang harus kita lakukan sebagai seorang pegawai negeri,” ujar WH.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten sekaligus Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, alasan tidak di pusatkannya di kabupaten atau kota sebagai tuan rumah, karena pada tahun 2018 akan digelar Pilkada Serentak 2018. Seharusnya pada Tahun 2018, Kota Tangerang yang akan menjadi tuan rumah.

“Baru kali ini dipusatkan di KP3B, dan bisa lebih mudah karena disetiap OPD memiliki aula. Seharusnya di Kota Tangerang menjadi tuan rumah, tapi akan dilaksanakan Pilkada 2018. Jadi menjaga suasana tetap kondusif,” kata Sekda.(yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!