Dari Acara Ta’aruf 1.000 Pemuda dan Remaja Masjid di Puspiptek


Datangkan Motivator dari Kodiklat TNI, Tiga Hari Dibina

Diterbitkan  Minggu, 29 / 04 / 2018 22:49 - Berita Ini Sudah :  426 Dilihat

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel menggelar Ta’aruf 1.000 Pemuda dan Remaja Masjid di Graha Widya Bhakti dan Masjid Bahrul Ulum, Puspiptek, Kecamatan Setu pada 27-29 April kemarin. Peserta datang dari berbagai organisasi kepemudaaan, pelajar SMP dan SMA serta SMK, serta perwakilan masjid. Bukan hanya dari Tangsel tapi dari berbagai daerah seperti Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Serang juga mengikuti kegiatan ini.

SUDIN ANTORO-Setu

Selama tiga hari, mereka dibina. Mulai dari belajar baris-berbaris yang mendatangkan instruktur dari Kodiklat TNI, motivasi, kampanye tolak narkoba, penanggulangan terorisme dan wawasan kebangsaan serta psikologi. Semua diberikan secara terstruktur, bertahap dan berkelanjutan sehingga peserta lebih mudah menangkap.

Selama tiga hari itu, mereka tidur dan makan bersama-sama, sehingga ketika acara selesai, bersalam-salaman dan saling peluk menceritakan kenangan selama tiga hari.

Salah satu peserta Nugraha mengungkapkan, dirinya bersama teman-teman telah dibina dengan sepenuh hati. Meski waktunya singkat, tapi ini memberikan kesan yang sangat mendalam.

“Kami dibina selama tiga hari. Kami mengharapkan binaan kembali agar kami tumbuh menjadi pemuda taat soleh dan amanah kepada nagara dan agama. Kita semua memiliki potensi, maka kita bisa membantu negara. Tak ada satupun manusia yang tidak memiliki kelebihan. Semua punya kelebihan. Semua harus siap untuk berkontribusi kepada negara dan semoga menjadi generasi terbaik,” tuturnya.

Ketua DMI Kota Tangsel, Heli Slamet menegaskan, acara digagas untuk merajut semangat generasi muda supaya tertanam cinta dan silaturahmi. Bukan hanya cinta, tapi mampu menghidupkan masjid.

“Alasan yang paling kuat mengadakan acara ini adalah menurunnya prokduktifitas remaja dalam kegiatan masjid. Modernitas saat ini menyita waktu pemuda, sehingga perhatianya habis terhadap internet tidak untuk masjid. Dengan gagasan yang kami buat ini mendapatkan apresiasi oleh Ketua DMI Pusat Bapak Jusuf Kalla,” kata Heli.

DMI berkomitmen setiap kegiatan remaja masjid akan mendukung supaya tetap eksis. Bagi peserta setelah pulang dari pelatihan diminta langsung bersilaturahmi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DMI) agar segera membuat program remaja masjid dalam waktu dekat Ramadan Festival (Ramfes).

“Buatlah program remaja masjid kami akan dukung terus. Saya sampaikan mereka sangat tekun dan begitu semangat. Mereka sangat rindu dengan kegiatan ini dan mereka ingin diadakan kembali,” sambung Heli.

Meski kegiatan tingkat kabupaten kota, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia. Para peserta didaulat sebagai pelopor pemuda masjid, termasuk nanti menjadi pelopor yang lain. Misalnya kemarin, ada materi anti narkoba, nanti mereka dijadikan relawan anti narkoba remaja masjid dan mereka diberikan wawasan kebangsaan sehingga lebih cinta tanah air.

“Peserta ini adalah anak-anak pilihan, mereka menjadi pelopor penggerak pemakmurkan masjid, sehingga menjadi teladan di masjid masing-masing,” tambah ia.

Motivator dari Kodiklat TNI, Letkol CPL Helmy Fatirachim menyampaikan, kegiatan ini sangat baik, karena diharapkan para pemuda-pemudi menjadi pelopor di Kota Tangsel. Karena berawal dari tempat yang baik masjid, ke depan para generasi penerus bangsa ini akan dapat membantu keberlangsungan bangsa Indonesia dan negara khususnya.

“Kami memberikan wawasan kembangsaan dan bela negara. Kami juga menyampaikan masalah kedisiplinan,” katanya.

Psikolog Universitas Islama Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Diana Mutia berpesan kepada pemuda-pemudi agar sejak sekarang ini mulai merancang 10 tahun ke depan. Rumuskan cita-cita secara konkrit dan mulai tahapan-tahapan dari sekarang agar cita-cita dapat terwujud.

“Tuliskan cita-cita kalian dan tempel di ruangan serta bayangkan supaya tercapai. Berpikirlah positif, karena itu yang memotivasi menggapati cita-cita, sebaliknya jangan berpikir negative, karena dapat menghambat cita-cita,” pesannya. (*)

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!