Imunisasi di Banten Melebihi Target

Diterbitkan  Minggu, 29 / 04 / 2018 22:32 - Berita Ini Sudah :  221 Dilihat

PANDEGLANG – Imunisasi di Provinsi Banten cakupannya sudah mencapai 99 persen atau melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yakni 93 persen. Dengan jumlah 3 juta lebih pada pekan imunisasi.

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Wahidin Halim, di hadapan Menteri Kesehatan RI Nilla F Moeloek pada acara Pekan Imunisasi Sedunia dan Peringatan Hari Malaria Sedunia, di Gedung Sohibul Barokah, Kaduhejo Pandeglang, Minggu (29/4).

Dijelaskan Wahidin, capaian tersebut bukan tanpa kendala. Terdapat mentalitas masyarakat yang enggan anaknya diimunisasi. Juga ada fanatisme dari kelompok-kelompok tertentu.

“Di masyarakat perkotaan seperti Tangerang Raya, ada persoalan karena masyarakatnya sibuk. Orang tuanya sibuk, warganya sibuk. Tapi secara umum capaian imunisasi ini sesuai dengan harapan pemerintah. Termasuk pemerintah Provinsi Banten,” ungkap Wahidin.

Sementara kaitan dengan Hari Malaria Sedunia, Wahidin mengatakan, terdapat beberapa kecamatan di Pandeglang dan Lebak, yang masih terdapat kasus malaria. Meskipun tingkat accidentnya relatif rendah.  “Program dari Pemerintah Provinsi Banten dengan Kabupaten/Kota adalah mengeliminasi kasus malaria. Mudah-mudahan pada tahun 2019, Provinsi Banten bisa mengeleminasi dan bisa dinyatakan bebas malaria,” harapnya.

Berikutnya yang menjadi tanggung jawab Pemprov Banten, kata dia, pihaknya mencanangkan dalam jangka waktu dua tahun Provinsi Banten harus bebas penyakit paru-paru atau TBC.  “Hal ini pernah disampaikan juga dalam Rakernas Kesehatan belum lama ini adalah penyakit Tubbercholosis (TBC Paru). Ini merupakan semangat dan tekad kita bersama-sama,” katanya.

Selanjutnya, Wahidin berharap Posyandu harus menjadi perhatian. “Saya hapal betul soal imunisasi.  Bagaimana cara mengelolanya. Bagaimana cara membinanya. Pengalaman saya mulai dari kepala desa, lurah, camat, walikota hingga sekarang gubernur, kegiatan-kegiatan tidak lepas persoalan-persoalan kesehatan yang mendasar,” tutur Wahidin.

Usai acara, Wahidin juga menjawab pertanyaan wartawan mengenai persoalan program berobat gratis menggunakan KTP bagi warga Banten. Kata dia, Menkes menyarankan untuk dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan, BPK, KPK dalam pelaksanaannya.

“Tidak ada persoalan. Karena masing-masing kita menyadari bahwa ini pada prinsipnya untuk kepentingan masyarakat. Mungkin tinggal soal proseduralnya dan pelaksanaannya dimana Menkes menyarankan kepada saya, dan tidak mempersoalkan hanya harus hati-hati. Karena, bagi yang belum mendapatkan BPJS, Pemprov mengalokasikan anggaran unntuk berobat gratis tidak dengan menggunakan SKTM. Tetapi dengan KTP. Begitu pun sekarang sedang kita bangun roadmap dan sistemnya. Mudah-mudahan tidak berbenturan dengan aturan. Karena pada prinsipnya pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan BPJS,” jelas Wahidin.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Nilla F Moeloek mengharapkan bantuan dari para gubernur dan bupati/walikota dalam mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030 dan mewujudkan cakupan imunisasi yang tinggi dan bermutu serta merata diseluruh tanah air Indonesia.

“Bebas malaria adalah prestasi bangsa. Saya iri bahwa negara lain  mendapatkan sertifikat bebas malaria. Sementara negara Indonesia belum bisa. Oleh karena itu harus didorong bersama-sama menuju Indonesia Sehat, Indonesia  Bebas Malaria. Mudah-mudahan sebelum tahun 2030, Indonesia bisa bebas malaria,” ujarnya.

Diketahui, dalam acara tersebut diberikan pula penghargaan kepada para Wisuda Balita Imunisasi lengkap yang langsung diberikan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita dan disaksikan Menkes dan Gubernur.

Serta penyerahan beberapa sertifikat Eliminasi Malaria 2018 kepada 21 kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia. Selain itu diserahkan juga sertifikat MURI kepada Menkes, Gubernur NTT dan Gubernur Papua Barat, dalam pemberantasan penyakit malaria.(yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!